Gondokusuman,REDAKSI17.COM – Sebanyak 50 koordinator atau mandor tim kebersihan yang tergabung dalam Pasukan Oranye Kota Yogyakarta menerima bantuan parsel “Pejuang Keluarga” di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Senin (16/3). Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pengusaha swasta kepada para petugas kebersihan yang setiap hari menjaga kebersihan kota.
Bantuan parsel ini berasal dari Mydervia Dermatology Clinic yang disalurkan melalui Dompet Dhuafa Yogyakarta. Para penerima merupakan perwakilan koordinator dari berbagai sektor kebersihan, seperti penyapuan jalan, unit pengolahan sampah, pengangkutan sampah, serta petugas pertamanan dan perindang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, Rajwan Taufik, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada pihak yang telah memberikan hadiah parsel ini. Ia menegaskan bahwa para petugas kebersihan merupakan pejuang yang berperan penting menjaga kenyamanan Kota Yogyakarta.
“Di depan kita ini adalah pejuang-pejuang keluarga sekaligus pejuang kebersihan Kota Yogyakarta. Saat masyarakat liburan, mereka tetap bekerja dari pagi hingga pagi lagi untuk memastikan kota ini tetap bersih dan nyaman,” ujar Rajwan.
Ia menjelaskan bahwa total petugas kebersihan lapangan di Kota Yogyakarta mencapai lebih dari 1.000 orang. Pada kesempatan tersebut, bantuan diserahkan kepada 50 koordinator tim sebagai perwakilan dari masing-masing sektor kebersihan.

Penyerahan parsel
Menurutnya, menjelang Lebaran jumlah wisatawan dan aktivitas masyarakat di Kota Yogyakarta biasanya meningkat. Karena itu, peran petugas kebersihan menjadi semakin penting untuk menjaga kebersihan kota.
“Menjelang Lebaran seperti ini, banyak masyarakat dan wisatawan datang ke Jogja. Berkat bapak-bapak inilah kebersihan Kota Yogyakarta tetap terjaga,” katanya.
Rajwan juga berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi para petugas kebersihan sekaligus menjadi penyemangat dalam menjalankan tugas.

Foto bersama
Salah satu penerima parsel, Manyar, yang bertugas di tim angkutan sampah DLH Kota Yogyakarta mengaku senang mendapatkan perhatian tersebut. Ia telah bekerja sebagai petugas kebersihan sejak tahun 2002.
“Ya senang bagi saya. Karena kami kerja di lapangan dan diberi parsel oleh tim penyelenggara, saya merasa senang dan semoga usahanya tambah lancar,” ujarnya.
Manyar yang sehari-hari bertugas mengangkut sampah menggunakan truk juga menyampaikan bahwa penanganan persoalan sampah sebaiknya dimulai dari sumbernya.
“Yang penting itu dari hulu dulu. Kalau dari hulunya sudah dibenahi, nanti ke hilirnya akan mengikuti. Kalau hulunya belum beres, sampah tidak akan selesai-selesai,” katanya.

foto bersama
Sementara itu, Manajer Myderfia Dermatology Clinic, dr. Zita Ariyanti, mengatakan penyaluran parsel tersebut merupakan wujud kepedulian sosial perusahaan kepada masyarakat, khususnya para pekerja yang berperan penting bagi lingkungan kota.
“Penyaluran parsel ini bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi juga sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap sesama. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban serta menumbuhkan semangat kebersamaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan Myderfia Dermatology Clinic merupakan klinik dermatovenerologi non-rawat inap yang berdiri pada 22 Maret 2022 di Condongcatur, Sleman. Klinik tersebut didirikan oleh lima dokter spesialis kulit dan kelamin alumni Fakultas Kedokteran UGM dan saat ini memiliki sekitar 30 karyawan dengan delapan dokter spesialis yang berpraktik.
Sementara itu, perwakilan Dompet Dhuafa Yogyakarta, Muhammad Zahron, menyampaikan terima kasih kepada para petugas kebersihan yang telah berkontribusi menjaga kebersihan Kota Yogyakarta.
“Berkat doa dan ikhtiar bapak-bapak semua, Yogyakarta menjadi lebih asri, lebih bersih, dan lebih nyaman untuk ditinggali,” ujarnya.
Ia menambahkan Dompet Dhuafa juga berkomitmen mendukung pengelolaan sampah di Kota Yogyakarta, salah satunya melalui program pengolahan sampah organik dengan budidaya maggot untuk mengurangi volume sampah sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.


