KOTAGEDE,REDAKSI17.COM – Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo membuka Pawai Takbir Idulfitri 1447 Hijriah di Kotagede, pada Kamis (19/3/2026) malam. Pemerintah Kota Yogyakarta mendukung dan mengapresiasi Pawai Takbir Kotagede yang diadakan rutin oleh Angkatan Muda  Muhammadiyah (AMM) Kotagede. Sejalan dengan tema, Hasto mengajak masyarakat menjaga lingkungan dan kebersihan.
“Pawai Takbir itu bukan hanya menjadi simbol kegembiraan dalam menyongsong Idulfitri. Tetapi juga sebagai wujud syukur atas anugerah Ramadan yang telah dijalani bersama,” kata Hasto saat sambutan Pawai Takbir AMM Kotagede.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo memukul gong menandai pembukaan Pawai Takbir AMM Kotagede 1447 Hijriah.

Menurutnya pawai takbir memiliki makna mendalam sebagai ekspresi kebersamaan, semangat ukhuwah Islamiyah, serta penguatan nilai-nilai keimanan. Suara takbir bukan sekadar lantunan kalimat, tetapi juga sebagai pengingat untuk senantiasa mengagungkan Allah SWT dalam setiap aspek kehidupan. Takbir ini adalah seruan kemenangan atas hawa nafsu, kemenangan dalam meningkatkan ketakwaan, serta kemenangan dalam memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Pihaknya  menegaskan Kota Yogyakarta dikenal dengan religiusitas, tradisi serta nilai-nilai budayanya yang luhur. Pawai Takbir AMM Kotagede menjadi wujud harmoni antara tradisi dan syiar Islam, yang telah berlangsung turun-temurun.

Hasto saat memberikan sambutan Pawai Takbir AMM Kotagede.

“Dalam konteks pembangunan kota, momen seperti ini juga menjadi refleksi bagi kita semua untuk terus mengupayakan kesejahteraan umat. Pemkot Yogyakarta bersama segenap pemangku kepentingan senantiasa berkomitmen dalam membangun kota ini agar semakin maju, nyaman, dan berdaya saing,” tambahnya.
Hasto berharap, masyarakat bisa menjaga kebersihan lingkungan. Termasuk dalam kegiatan Pawai Takbir AMM Kotagede, penyelenggara dan masyarakat diajak tidak meninggalkan sampah di lokasi acara. Mengingat kebersihan bagian dari iman dan panggilan berpuasa adalah panggilan kepada orang-orang yang beriman. Sehingga kalau sudah berpuasa, pasti mengikrarkan diri bahwa “Saya beriman,” dan tidak mungkin orang-orang beriman akan meninggalkan sampah.

Para peserta Pawai Takbir AMM Kotagede 1447 Hijriah saat display Takbir dengan berbagai gerakan.

“Saya secara khusus berharap pada malam hari ini, tentu kebersihan untuk dijaga.  Nanti setelah berdiri meninggalkan tempat ini, kami mohon dengan hormat sampahnya diambil.  Jadi tempat ini akan ditinggalkan dalam keadaan bersih tanpa selembar sampah,” ucap Hasto.
Pawai Takbir AMM Kotagede menampilan takbir yang dikemas dengan kretivitas seni, budaya dan musik. Beragam kostum dan  maskot ditampilkan sesuai tema tentang seruan takbir alam antara lain Bunga Cempaka dan Burung Cempala Kuneng dari Aceh, bunga Raflesia, pohon yang tumbang karena keserakahan manusia dan logo Muhammadiyah bernuansa alam.

Salah satu maskot dalam Pawai Takbir AMM Kotagede berupa Burung Cempala Kuneng.

Sementara itu  Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kotagede Muhammad Hatta menyebut Pawai Takbir AMM Kotagede tahun ini mengusung tema Seruan Takbir Alam Pertiwi. Melalui tema itu harapannya masyarakat semakin sadar lingkungan alam dan menjaga kebersihan. Terutama lingkungan  Yogyakarta agar tetap berhati nyaman. Pawai diiikuti oleh 25 kelompok pengajian anak-anak di Kotagede. Pawai Takbir AMM Kotagede diadakan rutiin tiap Idulfitri dan sudah berlangsung lebih dari 25 kali.
“Tema  Seruan Takbir Alam Pertiwi, yang intinya juga diharapkan semuanya bisa tetap menjaga lingkungan dengan sebaik-baiknya. Baik itu lingkungan alam yang berupa pepohonan, tanah, air, dan juga tentunya binatang. Mudah-mudahan kita bisa mengamalkan Surat Ar-Rum ayat 41 yang disinggung oleh Allah tentang rusaknya dunia karena perbuatan tangan manusia. Mudah-mudahan dengan tema kali ini, semuanya nanti akan bisa menjaga lingkungan dengan sebaik-baiknya,” pungkas Hatta.