Jakarta,REDAKSI17.COM – Pedro Acosta mengaku tak memiliki teman di paddock MotoGP. Bagi rider KTM itu, kondisi tersebut justru menguntungkan karena membuatnya bisa membalap tanpa ragu saat harus bertarung dengan rival.
Acosta menilai para pebalap MotoGP pada dasarnya mudah diajak berbicara dan menjalin hubungan. Namun, situasinya berbeda ketika mereka berada di lintasan. Sebab, semua datang dengan mimpi yang sama: menjadi juara.
Menurut Acosta, sulit membangun hubungan yang benar-benar dekat dengan seseorang yang memiliki ambisi persis sama. Karena itu, dia memilih menjaga jarak.
“Syukurlah di MotoGP, dengan hampir semua pebalap cukup mudah untuk berbicara, mudah untuk menjalin hubungan,” kata Acosta kepada Motorsport.com.
“Tapi pada akhirnya, semua orang ada di sini untuk mendapatkan mimpi yang sama. Dan cukup sulit, menurut saya, untuk memiliki hubungan yang jujur dengan seseorang yang menginginkan hal yang sama persis dengan Anda.”
“Sejujurnya, mungkin saya lebih memilih untuk mundur selangkah dan tidak memiliki hubungan apa pun,” tuturnya.
Acosta bahkan menyebut dirinya sudah tidak memiliki teman di paddock sejak hari pertama. Dia justru merasa nyaman dengan keadaan tersebut.
“Saya merasa sejak hari pertama, saya tidak punya teman di paddock,” ujarnya.
“Tapi saya senang karena dengan begitu saya tidak punya perasaan dengan siapa pun. Saya benar-benar tidak peduli siapa yang saya coba salip atau dengan cara apa saya mencoba menyalip.”
Acosta Rindukan Rivalitas Panas MotoGP
Bagi Acosta, rivalitas yang lebih panas justru merupakan bagian menarik dari MotoGP. Dia mencontohkan persaingan sengit yang pernah melibatkan Valentino Rossi dan Sete Gibernau, serta Mick Doohan dan Alex Criville.
Menurutnya, hubungan yang tidak selalu akur antarpembalap seperti pada era tersebut merupakan bumbu yang kini mulai hilang dari MotoGP. “Kalau Anda melihat masa lalu, kurang lebih semua hubungan seperti ini.”
“Ingat Sete dengan Valentino, atau Criville dengan Doohan, itu bukan hubungan yang mudah. Mungkin ini juga bagian bumbu yang sekarang hilang dari MotoGP,” tutur Acosta.




