Beranda / Ekonomi dan Bisnis / Pemerintah Siapkan KUR Rp 10 T untuk Industri Berbasis Kekayaan Intelektual

Pemerintah Siapkan KUR Rp 10 T untuk Industri Berbasis Kekayaan Intelektual

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya.Foto: dok. Kemenekraf

Jakarta,REDAKSI17.COM – Pemerintah menyiapkan dana KUR untuk industri kreatif berbasis Kekayaan Intelektual atau Intelectual Property (IP) sebesar Rp 10 Triliun pada 2026 dengan plafon untuk pemula maksimal sebesar Rp 500 juta.
“Tapi itu masih bersifat sebagai agunan pendukung, belum utama. Selain itu badan usaha minimal sudah berjalan dua tahun, dan pendapatan Rp 50 juta,” kata Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya saat peluncuran Indonesia Animation Report 2026 di Artotel Thamrin, Selasa (19/5/2026)

Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif telah melantik 64 penilai kekayaan intelektual. “Tinggal sekarang bagaimana trust kalangan perbankan. Sebab ada yang bilang dengan agunan barang saja masih ada yang ngemplang, apalagi yang bersifat tidak kasat mata,” kata Riefky.

Pada bagian lain ia menyebut bahwa industri animasi merupakan bagian penting dari ekonomi kreatif yang memiliki potensi besar sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru. Hal itu merujuk Indonesia Animation Report 2026 yang menyebutkan bahwa Industri animasi Indonesia menunjukkan pertumbuhan pesat dalam satu dekade terakhir.

Nilai industri ini tercatat mencapai Rp798,15 miliar pada 2025 atau tumbuh lebih dari tiga kali lipat dibanding 2015, dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 12,86 persen per tahun.

“Laporan ini menjadi landasan penting untuk mendorong transformasi industri menuju model berbasis kekayaan intelektual yang berdaya saing global,” ujar Riefky.

Ia mencontohkan keberhasilan film animasi Jumbo produksi Visinema yang berhasil meraih lebih dari 10 juta penonton bioskop. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti karya animasi lokal mampu diterima pasar luas.

“Keberhasilan ini membuktikan secara nyata bahwa kualitas karya animator kita sudah berada di level yang sangat kompetitif dan siap berdaulat secara ekonomi,” katanya.

Ketua Umum AINAKI (Asosiasi Industri Animasi Indonesia) Daryl Wilson mengatakan saat ini terdapat 308 karya animasi orisinal aktif yang telah diproduksi dan dipasarkan melalui berbagai platform global.

Itu artinya industri animasi Indonesia sebenarnya memiliki kontribusi ekonomi yang besar, namun selama ini belum sepenuhnya terpetakan dalam struktur ekonomi nasional.

“Padahal sektor ini berpotensi besar mendorong pertumbuhan PDB dan penciptaan lapangan kerja berbasis talenta kreatif,” katanya.

Kepala Pusat Riset Masyarakat dan Budaya BRIN, Aulia Hadi mengungkapkan laporan tersebut merekomendasikan sejumlah langkah strategis, mulai dari reformasi akses pembiayaan berbasis kekayaan intelektual, percepatan perlindungan HKI, pembangunan jalur distribusi global, transformasi ekosistem talenta, hingga penguatan infrastruktur dan desentralisasi industri.

“Dengan berbagai langkah tersebut, industri animasi Indonesia diproyeksikan mampu menembus nilai Rp1 triliun pada 2030 sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi kreatif di Asia Tenggara,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *