UMBULHARJO,REDAKSI17.COM— Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) mengajak anak muda untuk menjadi garda terdepan dalam  menciptakan demokrasi yang berkualitas. Salah satunya dengan penyelenggaraan Pemilihan Duta Demokrasi 2026.
Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan (Poldagri Ormas) Bakesbangpol Kota Yogyakarta, Polana Setiya Hati dalam Jumpa Pers Pemilihan Duta Demokrasi bertempat di Ruang Rapat Lantai 1 Diskominfosan Kota Yogyakarta, Selasa (27/1). Dalam paparannya Polana mengatakan, generasi muda memiliki posisi strategis dalam menjaga kualitas demokrasi.
Ia menjelaskan, berdasarkan data Kota Yogyakarta tahun 2024, sebanyak 44,5 persen penduduk Kota Yogyakarta berada pada rentang usia 15–40 tahun. Namun, hasil kajian Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Bakesbangpol menunjukkan bahwa partisipasi politik generasi muda dalam Pilkada 2024 masih belum optimal.
“Generasi muda ini jumlahnya besar dan sangat krusial sebagai pilar demokrasi sekaligus pilar pembangunan. Tetapi fakta di lapangan menunjukkan masih banyak yang belum menggunakan hak pilihnya. Ini menjadi tantangan sekaligus panggilan bagi kami,” ujarnya.
Merespons kondisi tersebut, Bakesbangpol Kota Yogyakarta menghadirkan Program Pemilihan Duta Demokrasi 2026 dengan wajah baru melalui reformulasi yang lebih komprehensif. Tahun ini, Duta Demokrasi dibagi ke dalam dua unsur utama, yakni Unsur Wilayah (Kewilayahan) dan Unsur Sekolah.

Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan (Poldagri Ormas) Bakesbangpol Kota Yogyakarta, Polana Setiya Hati dalam Jumpa Pers Pemilihan Duta Demokrasi bertempat di Ruang Rapat Lantai 1 Diskominfosan Kota Yogyakarta, Selasa (27/1).

Unsur Wilayah akan diisi oleh pemuda-pemuda terbaik dari 14 Kemantren di Kota Yogyakarta melalui proses seleksi terbuka dengan target 16 Duta Demokrasi. Sementara itu, Unsur Sekolah diwakili oleh pengurus Forum Komunikasi Pengurus OSIS (FKPO) dari 15 SMA/SMK sederajat di Kota Yogyakarta.
“Kami ingin Duta Demokrasi tidak berhenti pada simbol seremonial, tetapi benar-benar menjadi edukator, motivator, mediator aspirasi, sekaligus agen anti-hoaks di lingkungan masing-masing,” ungkapnya.
Selain melibatkan pemuda wilayah dan pelajar, Bakesbangpol juga menggandeng berbagai lembaga yang konsen pada isu demokrasi dan inklusi, seperti organisasi kepemudaan, komunitas advokasi, hingga lembaga disabilitas. Langkah ini dilakukan untuk memperluas jangkauan literasi demokrasi, termasuk bagi kelompok rentan.
Proses pendaftaran Duta Demokrasi Unsur Wilayah telah dibuka sejak 19 Januari 2025 dan akan ditutup pada 3 Februari 2026. Syarat utama peserta adalah berdomisili, bersekolah, atau berkuliah di Kota Yogyakarta, berusia 17–40 tahun, serta memiliki rekam jejak organisasi sosial kemasyarakatan.
Seleksi dilakukan secara daring melalui pengisian formulir, unggah CV, esai, dan akun media sosial sebagai bagian dari verifikasi jejak digital. Salah satu aspek penilaian terpenting adalah esai bertema “Kontribusiku untuk Demokrasi Kota Yogyakarta”.
Dari seluruh pendaftar, Bakesbangpol akan menyeleksi maksimal 32 peserta untuk mengikuti tahap wawancara mendalam. Para Duta Demokrasi tersebut dijadwalkan akan dikukuhkan pada 13 Februari 2026 di Balai Kota Yogyakarta.

Suasana Jumpa Pers Pemilihan Duta Demokrasi 2026.

Meski bersifat relawan dan tanpa honorarium, para Duta Demokrasi akan mendapatkan penguatan kapasitas melalui pendidikan politik, forum diskusi, serta dilibatkan sebagai narasumber dalam berbagai kegiatan edukasi demokrasi di sekolah dan masyarakat.
“Ini adalah investasi sosial untuk Kota Yogyakarta. Harapannya, nilai-nilai demokrasi seperti keadilan, kesetaraan, kejujuran, dan anti-kekerasan dapat terinternalisasi dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Polana.