MANTRIJERON,REDAKSI17.COM – Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengajak generasi muda untuk menjauhi minuman beralkohol demi menjaga kesehatan tubuh dan jiwa. Pesan tersebut disampaikan dalam tausiah Safari Subuh di Masjid Jogokariyan, Rabu (18/3).
Dalam kesempatan itu, Hasto mengungkapkan bahwa dorongan untuk memperkuat regulasi terkait minuman beralkohol juga datang dari tokoh masyarakat, salah satunya Ustadz Muhammad Jazir. Ia menyebut, Pemerintah Kota Yogyakarta telah menyelesaikan dan mengesahkan peraturan daerah (Perda) terkait minuman beralkohol (mihol). “Perda sudah selesai, sudah disahkan, tinggal nanti kita laksanakan bersama-sama di Kota Yogyakarta,” ujarnya.
Hasto menjelaskan, melalui perda tersebut, penjualan minuman keras tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Bahkan, secara praktis tidak ada ruang bagi peredaran minuman beralkohol di wilayah Kota Yogyakarta. Kebijakan ini, menurutnya, merupakan upaya nyata pemerintah dalam melindungi masyarakat dari dampak buruk alkohol.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo saat memberikan bantuan dari BAZNAS untuk Masjid Jogokariyan.

Ia menekankan, konsumsi alkohol tidak hanya merusak kesehatan fisik, tetapi juga berdampak serius pada kondisi mental. Hasto mengungkapkan bahwa persoalan kesehatan mental di masyarakat seringkali luput dari perhatian, meskipun angkanya cukup signifikan.
“Masalah mental disorder ini sekitar 9,8 persen. Ini jarang disebut, padahal dampaknya sangat besar. Kita sering fokus pada hal-hal yang terlihat seperti inflasi atau harga bahan pokok, tapi masalah mental yang tidak terlihat justru sama mengkhawatirkannya,” jelasnya.
Menurutnya, berbagai persoalan sosial seperti kemiskinan, keterlantaran, hingga kesepian pada lansia turut meningkatkan risiko gangguan mental seperti depresi, kecemasan, hingga skizofrenia. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental dan menjauhi faktor-faktor pemicunya, termasuk minuman beralkohol.
Sementara itu, Ketua II Takmir Masjid Jogokariyan, Subhan Rizali Nur menyampaikan, pihaknya turut aktif melakukan pencegahan peredaran minuman keras melalui edukasi kepada remaja.

Hasto saat berbincang bersama pengurus Masjid Jogokariyan.

Ia menjelaskan, edukasi tidak hanya dilakukan di lingkungan masjid, tetapi juga dengan mendatangi langsung kelompok-kelompok remaja di tempat mereka berkumpul. Pendekatan ini dinilai lebih efektif untuk menjangkau anak muda yang jarang datang ke masjid.
“Kita datangi mereka saat nongkrong, kita beri pemahaman agar tidak terjerumus. Jadi dakwah tidak hanya di masjid, tapi juga di tempat mereka nyaman,” ujarnya.
Selain edukasi, remaja juga dilibatkan dalam berbagai kegiatan keagamaan seperti program Kampung Ramadan. “Ratusan pemuda turut berperan sebagai panitia dan penggerak kegiatan, sehingga diharapkan dapat membentuk lingkungan yang positif dan menjauhkan mereka dari perilaku berisiko,” katanya.