TEGALREJO,REDAKSI17.COM – Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga dapat berperan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitarnya. Salah satunya dengan mendukung kegiatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan saat melakukan Safari Tarawih di Masjid RK Sudagaran, Tegalrejo, Yogyakarta, Kamis (12/3).
Dalam kesempatan tersebut, Wawan Harmawan menyampaikan bahwa kondisi masjid yang sederhana bukanlah persoalan. Menurutnya, yang lebih penting adalah bagaimana masjid dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya. “Kondisi sederhana menurut saya sudah cukup, yang penting bersih. Namun yang paling penting adalah bagaimana masjid bisa memberi dampak bagi masyarakat di sekitarnya,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan saat melakukan Safari Tarawih di Masjid RK Sudagaran, Tegalrejo, Yogyakarta, Kamis (12/3).

Ia berharap masjid dapat menjadi salah satu pusat pengembangan ekonomi Islam di tengah masyarakat. Melalui berbagai kegiatan dan program yang dijalankan, masjid dapat menjadi tempat sosialisasi program pemerintah sekaligus sarana pemberdayaan ekonomi warga.
“Banyak sekali program pemerintah yang sebenarnya bisa kita garap bersama. Bagaimana kita mempercayakan dan menggerakkan ekonomi melalui masjid,” katanya.
Wawan juga menekankan bahwa masjid dapat dimanfaatkan sebagai ruang silaturahmi, tempat berdiskusi, serta sarana membahas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Ia menilai selama ini Ramadan sering hanya dipahami sebagai momentum ibadah spiritual. Padahal, bulan suci tersebut juga memiliki potensi besar dalam menggerakkan energi sosial dan ekonomi masyarakat. “Selama Ramadan satu bulan penuh kita melihat UMKM tumbuh, masyarakat berjualan takjil, sedekah meningkat, zakat juga meningkat. Ini menunjukkan bahwa ekonomi bergerak,” ungkapnya.

Suasana Safari Tarawih di Masjid RK Sudagaran.

Jika potensi tersebut dikelola dengan baik, maka masjid dapat menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan, tidak hanya selama Ramadan tetapi juga sepanjang tahun.
Sementara itu, Takmir Masjid RK Sudagaran, Agus Pudjijono menyampaikan bahwa masjid tersebut didirikan pada tanggal  21 Juni 1982 dengan luas tanah sekitar 676 meter persegi.
Pihaknya mengatakan, Masjid RK Sudagaran memiliki berbagai kegiatan rutin keagamaan. Di antaranya pengajian untuk bapak-bapak setiap Selasa malam. Untuk pengajian ibu-ibu setiap Rabu sore, serta kegiatan shalat lail bersama yang dilaksanakan sebulan sekali.
“Selain itu, terdapat pula pengajian Ahad pagi yang dilaksanakan setiap bulan pada minggu kedua, kegiatan tadarus Al-Qur’an, serta aktivitas remaja masjid,” katanya.

Dalam kesempatan ini juga diberikan bantuan rehab masjid dari Pemerintah Kota Yogyakarta sebesar Rp 10 juta, PDAM memberikan donasi sebesar Rp 2 juta.
Tak hanya iitu, BAZNAS Kota Yogyakarta juga memberikan bantuan sebesar Rp 2 juta, Kementerian Agama memberikan peralatan ibadah shalat dan obat-obatan serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta memberikan Al-Qur’an.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah memberikan dukungan kepada masjid ini. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan Bapak Ibu sekalian dengan pahala yang berlipat,” ujarnya.