Umbulharjo,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta menggelar buka puasa bersama para jurnalis yang bertugas di lingkungan Balai Kota Yogyakarta. Kegiatan yang dihadiri Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dan Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan itu berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Yogyakarta, Kamis (12/3).
Buka puasa bersama tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus mempererat komunikasi antara pemerintah daerah dengan insan media. Selain itu, momen ini juga dimanfaatkan untuk menjaring kritik, saran, serta masukan dari para wartawan bagi Pemerintah Kota Yogyakarta.
Perwakilan Paguyuban Wartawan Balai Kota Yogyakarta, Ardhi Wardhan, menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Wali Kota Hasto Wardoyo dan Wakil Wali Kota Wawan Harmawan dalam satu tahun terakhir. Menurutnya, berbagai persoalan kota yang sebelumnya belum terselesaikan mulai menunjukkan progres.
“Masuk di kota sudah dihadapkan dengan beragam permasalahan, mulai dari sampah dan banyak hal lainnya. Tapi apa yang dulu belum selesai ternyata bisa selesai di setahun Pak Hasto,” ujarnya.

Sharing session
Ardhi juga menilai pendekatan kepemimpinan yang dilakukan cukup humanis sehingga tidak menimbulkan gejolak di masyarakat. Ia menilai sejumlah program yang telah berjalan sebelumnya tetap dilanjutkan dan bahkan diperkuat.
“Seperti Segoro Amarto tidak pernah dihilangkan. Justru diperkuat dengan adanya beliau dengan mengusung reborn sekarang terus simbol-simbol yang mengangkat gotong-royongnya beliau. Nah ini menjadi masyarakat kota itu lebih aware juga dan lebih merasa ganti pemimpin ganti kebijakan, ternyata justru ada penguatan-penguatan yang membuat kita juga teman-teman di media juga lebih enak,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyampaikan terima kasih atas apresiasi dan masukan yang diberikan oleh para wartawan. Ia mengatakan berbagai upaya yang dilakukan pemerintah kota merupakan bagian dari strategi menjadikan Yogyakarta sebagai center of excellence dan center of referral.
Menurutnya, tahun pertama kepemimpinannya lebih banyak difokuskan pada perubahan-perubahan mendasar, sementara hasil yang lebih nyata diharapkan mulai terlihat pada tahun kedua dan ketiga.
“Kalau tahun pertama itu ibarat orang menanam, belum panen. Saya berharap di jangka menengah nanti sudah muncul menara-menara keberhasilan sebagai best practice,” ujar Hasto.

Foto bersama
Salah satu contoh adalah pengelolaan sampah di Kota Yogyakarta saat ini capaian pengelolaan sampah disebut menjadi yang tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Kami hanya kurang satu angka untuk bisa meraih Adipura. Kenapa belum? Karena kita masih membawa sebagian sampah ke Piyungan yang masih menggunakan sistem open dumping,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah kota juga menargetkan peningkatan kualitas sungai di Kota Yogyakarta. Menurut Hasto, ke depan kawasan sungai di Kota Yogyakarta diharapkan dapat berkembang menjadi destinasi wisata baru yang menarik bagi wisatawan.
“Saya ingin ada satu atau dua destinasi wisata sungai yang benar-benar menonjol dan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan,” katanya.
Selain itu, Hasto juga mendorong setiap perangkat daerah memiliki program unggulan yang dapat menjadi praktik terbaik di bidangnya masing-masing. “Kami ingin setiap dinas punya best practice yang menjadi unggulannya,” tambahnya.

Diskusi bersama Wali Kota Yogya
Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan menegaskan bahwa media merupakan mitra penting bagi pemerintah kota dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Ia mengapresiasi para wartawan yang dinilai mampu menyajikan pemberitaan secara objektif dan tidak provokatif.
“Saya senang dengan teman-teman media karena panjenengan bisa memilah dan memilih berita. Sehingga progres Balai Kota yang disampaikan tidak menyesatkan, tidak provokatif, ataupun hoaks,” ujarnya.
Wawan menilai hubungan antara pemerintah kota dan media di Kota Yogyakarta selama ini terjalin dengan baik dan kondusif. Menurutnya, keterbukaan komunikasi menjadi kunci untuk menjaga sinergi tersebut.

Diskusi bersama Wakil Wali Kota Yogya
Ia juga membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi wartawan yang ingin mengonfirmasi berbagai hal terkait kebijakan maupun program pemerintah kota.
“Teman-teman media adalah mitra kami. Monggo saya terbuka, sewaktu-waktu bisa bertanya. Handphone saya boleh langsung di-WA. Tapi kalau menelepon sebaiknya WA dulu, supaya kalau saya sedang rapat tidak terlewat,” katanya.
Ia berharap komunikasi informal seperti kegiatan buka puasa bersama ini dapat terus menjaga suasana yang cair tanpa sekat antara pemerintah dan para jurnalis.



