UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta bersinergi dengan Polresta Yogyakarta, Kodim 0734 Yogyakarta siap memberikan layanan kepada masyarakat dan melakukan pengamanan selama libur Idulfitri 1447 Hijriah atau tahun 2026. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, jumlah pergerakan ke Kota Yogyakarta diprediksi sekitar 737 ribu orang. Untuk itu Pemkot Yogyakarta menyiapkan pengaturan lalu lintas, pelayanan kesehatan, serta pengamanan kawasan wisata secara terpadu.
Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan mengatakan terkait Hari Raya Idulfitri ada beberapa hal dilaksanakan antara lain mengantisipasi potensi risiko keamanan dan keselamatan selama Hari Raya Idulfitri, pengaturan lalu lintas untuk mendukung arus mudik dan libur Lebaran, memastikan penyelenggaraan perayaan Idulfitri yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi serta berbagai layanan dari dinas terkait selama libur Lebaran.

“Kita tahun ini cukup banyak yang akan hadir ataupun dalam perjalanan masuk ke Daerah Istimewa Yogyakarta kurang lebih delapan juta (orang). Dan yang masuk di Yogya sekitar 700 ribu lebih. Ini juga pemerintah kita udah menyiapkan (pelayanan) dari Dinas Perhubungan, dinas-dinas yang lain,” kata Wawan saat jumpa pers terkait kegiatan selama libur Lebaran, Selasa (17/3/2026).
Pemkot Yogyakarta memastikan Lebaran di Kota Yogyakarta berlangsung aman, nyaman, tertib, dan menyenangkan bagi masyarakat maupun wisatawan. Oleh sebab itu Pemkot Yogyakarta menyiapkan pengaturan lalu lintas, posko kesehatan di beberapa titik keramaian dan pelayanan wisatawan serta pengamanan terpadu bersama Polresta Yogyakarta dan Kodim 0734 Yogyakarta. Posko terpadu Teteg Malioboro dan Posko lantauan lalu lintas di ruang kontrol ATCS Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta.

Rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara fleksibel dan situasional di beberapa ruas jalan. Selain itu optimalisasi kantong parkir seperti Senopati, Ngabean, Ex Menara Cafe. Pemkot Yogyakarta juga menyediakan layanan informasi digital berbasis QR Code terkat tempat parkir yang dapat diakses oleh pemudik maupun wisatawan.
“Kami dengan jajaran Intelkam Polda maupun Polresta melakukan komunikasi dengan para juru parkir, baik di tepi jalan umum maupun TKP (Tempat Khusus Parkir) untuk bersama-sama berkomitmen memberikan pelayanan kepada masyarakat. Bukan hanya dari sisi tarif, tapi juga attitude minimal mereka senyum, sapa, salam,” tambah Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Agus Arif Nugroho.

Dia menuturkan berkaitan manajemen rekayasa lalu lintas, ada beberapa skenario yang disiapkan. Beberapa kawasan yang diperkirakan padat selama libur Lebaran yaitu Tugu, Malioboro dan Gembira Loka Zoo. Menurutnya dengan Jembatan Kewek yang ditutup untuk proses pembangunan dan pengaturan lalu lintas selama ink tidak terjadi kemacetan, terbukti saat libur Natal dan Tahun Baru.
Sementara itu Kabagops Polresta Yogyakarta Kompol Sumanto menyatakan Polresta Yogyakarta telah merencanakan operasi pengamanan Operasi Ketupat Progo pada 13- 25 Maret 2026 dan ada penambahan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan pada 26- 29 Maret 2026. Prediksi puncak arus lalu lintas berdasarkan data, puncak arus mudik pada 18 Maret, puncak arus libur Lebaran 22 – 23 Maret dan puncak arus balik 29 Maret. Dia menyebut untuk pengamanan kegiatan Malam Takbiran melibatkan hampir 700 personel untuk pengamanan.
“Untuk Salat Idulfitri melibatkan 273 personel pengamanan. Mengingat Yogyakarta adalah kota wisata, pengamanan akan terus dilakukan selama masa libur lebaran, terutama di titik-titik keramaian seperti Malioboro, hingga situasi benar-benar kembali normal,” papar Kompol Sumanto.
Kasdim Kodim 0734 Kota Yogyakarta Letkol Inf Roni Hermawan menambahkan sekitar 90 personel Kodim Kota Yogyakarta melakukan kegiatan pengamanan Lebaran Bantuan Kendali Operasi kepada Polri di beberapa objek vital di Yogyakarta yaitu di Pos Pengamanan Tugu, Teteg Malioboro, Titik Nol, Gembira Loka, Lempuyangan, Giwangan. Kodim Kota Yogyakarta juga membuat dua pos pelayanan misalnya di Koramil Alun-alun Utara. “Pada intinya, kami Kodim 0734/Kota Yogyakarta siap untuk mem-back up tugas pengamanan Lebaran pada tahun ini,” tegas Letkol Inf Roni.

Sedangkan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Yogyakarta Ahmad Shidqi menyampaikan penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah oleh pemerintah masih menunggu dari sidang isbat pada tanggal 19 Maret 2026. Untuk Muhammadiyah sudah menetapkan 1 Syawal atau Idulfitri pada 20 Maret 2026. Dia menyebut di Kota Yogyakarta sudah terdata ada 205 titik lokasi tempat untuk melaksanakan salat Idulfitri. Dari 205 titik lokasi tersebut baik itu masjid, tanah lapang, maupun halaman lembaga pendidikan dan sebagainya sebanyak 153 titik lokasi dilaksanakan pada Jumat, 20 Maret 2026. Sedangkan 52 titik lokasi lainnya masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah.
“Perayaaan Hari Raya Idulfitri tahun ini kebetulan juga hampir bersamaan dengan perayaan Hari Raya Nyepi. Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu menjaga persaudaraan, saling menghargai dan menghormati dalam melaksanakan hari raya masing-masing. Jika nanti terjadi perbedaan dalam penentuan 1 Syawal di sekitar kita, kami juga memohon agar seluruh masyarakat menghormati perbedaan tersebut agar kerukunan masyarakat di Kota Yogyakarta, tetap terjaga,” pungkas Shidqi.


