PAKUALAMAN,REDAKSI17.COM – Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo membuka kegiatan Musyawarah Kota (Mukota) IX Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Yogyakarta. Kadin Kota Yogyakarta diharapkan fokus pada substansi tujuan organisasi itu. Pemerintah Kota Yogyakarta mendorong Kadin Kota Yogyakarta untuk menggandeng Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk merebut pasar lokal dan memperbanyak pengusaha baru.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengucapkan terima kasih dan selamat atas penyelenggaraan Mukota IX Kadin Kota Yogyakarta. Hasto berharap kepengurusan baru Kadin Kota Yogyakarta nantinya fokus pada substansi tujuan dan peran Kadin daripada masalah struktur organisasi. Mengingat banyak hal yang perlu diraih untuk menjadi prestasi Kadin di Kota Yogyakarta.
“Harapan kami Kadin lebih sibuk memikirkan substansi daripada struktur, sehingga tujuan utama Kadin untuk membawa kemajuan masyarakat Kota Yogyakarta. Terutama dalam perdagangan, industri, dan juga UMKM itu menjadi perhatian yang serius daripada sekadar memikirkan struktur,” kata Hasto, saat Mukota IX Kadin Kota Yogyakarta di Hotel Fortuna Suites Malioboro, Senin (19/1/2026).
Hasto menilai tema yang diusung Mukota IX Kadin Kota Yogyakarta cukup menarik yakni terkait sinergi pemerintah dan dunia usaha untuk meningkatkan UMKM berdaya saing. Pihaknya memohon Kadin Kota Yogyakarta untuk tidak lupa bersinergi dengan Pemkot Yogyakarta. Terutama untuk memperbanyak jumlah pengusaha sekitar 4 persen. Oleh sebab itu Hasto berpesan menitipkan target penumbuhan pengusaha kepada siapapun pengurus baru Kadin Kota Yogyakarta.
“Aslinya empat persen itu target tugas Kadin itu. Ya kita sama-samalah dengan pemerintah,” ujarnya.
Hasto mengajak Kadin untuk merebut pangsa pasar lokal dengan menggandeng UMKM di Kota Yogyakarta. Dicontohkan hotel-hotel di Kota Yogyakarta yang jumlahnya sekitar 600 hotel agar menggunakan produk dari UMKM di Kota Yogyakarta seperti sandal, sabun dan palm sugar untuk kebutuhan hotel. Pihaknya siap diajak untuk menandatangani kesepakatan bersama antara Kadin, dengan para hotel dan UMKM terkait hal tersebut.
“Semua hotel itu sandalnya produk kita sendiri. Kita rebut pangsa pasar itu untuk di produk lokal UMKM. Itu namanya menurut saya berprestasi. Saya kan ngukurnya seperti-seperti itu. Makanya nanti saya lihat aja pengurus yang baru, menurut saya sih harus ada aksi langsung (konkret),” terang Hasto.
Sementara itu Ketua Kadin Kota Yogyakarta periode 2020-2025, Aji Karnanto mengatakan kepengurusannya sebenarnya habis pada 15 Desember 2025, namun baru terlaksana Mukota IX Kadin Kota Yogyakarta pada 19 Januari 2025 untuk mengisi kepengurusan baru periode berikutnya. Pihaknya mengucapkan terima kasih atas dukungan, partisipasi untuk penyelenggaraan Mukota IX Kadin Kota Yogyakarta. Termasuk dukungan kepada Kadin Kota Yogyakarta untuk dapat berperan membangun ekonomi kerakyatan.
“Kami pengurus Kadin berusaha memenuhi apa yang tersirat dan tersurat dari AD/ART Kadin. Misalnya dalam program kerja Kadin Kota Yogyakarta mengupayakan untuk dapat bekerja sama dengan pihak-pihak terkait seperti instansi pemerintah, swasta, lembaga-lembaga kemasyarakatan maupun perguruan tinggi. Penyelenggaraan pembinaan, penyuluhan bagi para pengusaha anggota Kadin. Mudah-mudahan dengan Musyawarah Kota ke sembilan Kadin ini dapat lebih berhasil dan organisasi lebih maju,” tutur Aji.
Panitia Pelaksana Mukot IX Kadin kota Yogyakarta Trijuni Suasono menambahkan panitia pelaksana mempersiapkan untuk melaksanakan Mukota IX Kadin Kota Yogyakarta. Mukota Kadin itu mengambil tema sinergi pemerintah dan dunia usaha melalui penguatan Kadin Kota Yogyakarta untuk UMKM berdaya saing. Dalam Mukota itu ada dua kandidat yang akan bersaing memimpin Kadin Kota Yogyakarta di periode mendatang yakni Cahyo Baroto dan Eko Sutrisno.


