KOTAGEDE,REDAKSI17.COM– Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pariwisata mengembangkan wisata berbasis pengalaman Bule Mengajar yang diintegrasikan dengan paket Jelajah kawasan Kotagede. Program itu bertujuan untuk membangun wisata berkualitas  dengan penguatan pariwisata berbasis pengalaman. Kegiatan itu juga diharapkan menjadikan Kotagede sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya semakin dikenal wisatawan mancanegara.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengucapkan terima kasih atas partisipasi para mahasiswa asing yang belajar di DIY dalam kegiatan Bule Mengajar Jelajah Kotagede. Mereka dari beberapa negara, yaitu  Timor Leste, Solomon,  Tanzania,  Kenya dan Pakistan. Program Bule Mengajar itu adalah quick wins Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo melalui Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo memberikan sambutan saat giat Bule Mengajar Jelajah Kotagede.

“‘Bule Mengajar,  ini maksudnya teman-teman yang datang di sini bisa memberikan best practice-nya. Memberikan kedisiplinan juga kerja keras. Saya membuat quick win ini dengan Bu Daning (Dinas Pariwisata) adalah bagaimana ‘Bule Mengajar’ itu bisa terimplementasi di Yogyakarta,” kata Hasto saat kegiatan Bule Mengajar Jelajah Kotagede,  Sabtu (14/3/2026).
Pihaknya  berharap dengan program ‘Bule Mengajar’ ini, mereka bisa memberikan pelajaran di sekolah-sekolah. Kemudian sekolah-sekolah di Kota Yogyakarta nanti bisa bekerja sama dengan tour leader di Yogya. Termasuk bekerja sama dengan beberapa negara untuk mendatangkan turis-turis ke Yogya. Hasto menyatakan Bule Mengajar juga diharapkan tidak sekedar berbagi informasi seperti kebudayaan tapi juga berbagi kebiasaan disiplin dan belajar giat dari orang-orang di berbagai negara.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo memberikan sertifikat kepada mahasiswa asing dari Pakistan yang menjadi peserta Bule Mengajar Jelajah Kotagede. 

“Sekaligus memberikan praktik-praktik yang baik kepada para siswa. Oleh karena itu, kita memyambut baik kedatangan para turis asing nantinya untuk memberikan pelajaran di sekolah-sekolah di seluruh Yogyakarta. Saya utamakan sekolah negeri dulu untuk meningkatkan kualitas SD negeri,” terangnya.
Terkait potensi di Kotagede, Hasto kagum dan mengaku baru pertama kali  datang ke kawasan Between Two Gates di Kampung Alun-alun, Purbayan Kotagede. Hasto masuk dari pintu masuk barat dan berjalan sampai ujung  pintu timur. Selain itu melihat langsung deretan bangunan-bangunan tradisional Jawa berupa pendopo dan rumah joglo khas Kotagede dengan pilar penyangga yang disebut bahu danyang.

Hasto melihat bangunan rumah joglo khas Kotagede dengan tiang penyangga bahu danyang di kawasan Between Two Gates.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Lucia Daning Krisnawati mengatakan program mahasiswa asing bercerita atau Bule Mengajar dikembangkan sebagai upaya mengaktivasi wisata di Kawasan Kotagede untuk segmen wisatawan mancanegara. Diharapkan keterlibatan  mahasiswa asing di Yogyakarta dalam aktivitas masyarakat di Kawasan Kotagede dan berbagi cerita budaya dapat memberikan kesan dan pengalaman berkesan yang akan dibagikan kepada keluarga, saudara dan teman di negara asal.
“Tdak ada yang kebetulan wisata dengan keberagaman seni dan budayanya, itu kami meng-endorse (mendukung) dengan Bule Mengajar supaya adik-adik di sini mempunyai pengalaman. Ini semoga menjadi awal yang baik tidak hanya di Kampung Purbayan. Tetapi memberikan pengalaman dan influencer-nya sampai ke 46 kampung wisata dan  45 Pokdarwis sehingga bersama-sama kita bisa membuka mata dunia bahwa di Kota Yogyakarta, di kampung-kampung yang ada itu mempunyai potensi yang luar biasa,” jelas Daning.

Para mahasiswa asing peserta Bule Mengajar  saat berbagi cerita dan pengalaman.

Sedangkan Ketua Kampung Wisata Purbayan, Nugroho  Nurcahyo menyebut kegiatan Bule Mengajar di Kotagede itu sekaligus uji coba paket wisata Jelajaah Kawasan Kotagede. Sebelum sesi berbagi Bule Mengajar, para peserta berjalan-jalan ke Pasar Kotagede dan masuk ke lorong labirin di kampung -kampung Purbayan dan berakhir di kawasan Between Two Gates. Dia menyambut baik giat Bule Belajar itu dan Kampung Wisata Purbayan dan kampung wisata lain di Kotagede siap menerima tamu wisatawan.
“Sebenarnya kalau potensinya (Kotagede)  cukup banyak. Ads kerajina perak roti Kembang Waru, Museum Iqro AMM. Kawasan alun-alun dan nDalem yang merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Islam, sehingga ini menjadi paket yang kami kemas untuk paket Jelajah Kawasan Kotagede,” tambah Nurcahyo.

Para mahasiswa asing menari bersama dengan masyarakat  Kotagede 

Salah satu peserta Bule Mengajar, Abubakar Sharif Faki, dari Tanzania menyambut baik program Bule Mengajar. Dia mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta dan Pemkot Yogyakarta yang  telah menyelenggarakan Bule Mengajar. Kegiatan itu membuat dirinya akan ikut meningkatkan pelestarian warisan budaya bagi generasi muda di negaranya.
“Ini sebenarnya sesi yang sangat bagus, dan memberi kami pengalaman tentang bagaimana masyarakat Kotagede hidup, dan juga budaya mereka. Semuanya sangat menyenangkan. Saya jadi mengetahui budayanya, pasar dan sejarah Kotagede dari zaman kuno, dan sampai sekarang serta cara mereka melestarikan warisan budaya di sini,” pungkas Abubakar ditemui usai acara.