UMBULHARJO,REDAKSI17.COM– Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus melakukan langkah proaktif mengantisipasi kejadian pohon tumbang, terutama saat cuaca ekstrem puncak musim hujan. Antisipasi dilakukan dengan melakukan pemangkasan rutin pohon perindang di jalan yang rimbun dan rawan tumbang. Pemkot Yogyakarta mengajak masyarakat juga mengurangi dahan pohon yang rimbun di lahan pribadi agar tidak tumbang. Mengingat dampak hujan lebat dan cuaca ekstrem di Yogyakarta paling banyak adalah pohon tumbang.
Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau Publik Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta Rina Aryati Nugraha mengataka DLH Kota Yogyakarta melakukan pendataan secara berkelanjutan melalui pengawas lapangan dan petugas pemelihara taman juga wajib melaporkan pohon-pohon yang rawan tumbang. Termasuk laporan dari masyarakat terkait pohon perindang jalan yang rawan tumbang akan ditindaklanjuti untuk dipangkas.
“Kami segera menindaklanjuti laporan kalau ada pohon yang sudah keropos atau mati dan yang membahayakan karena rawan tumbang. Saat cuaca ekstrem kalau ada kejadian pohon tumbang meskipun tidak di wilayah pemeliharaan kita tetap tindaklanjuti asal kendaraan bisa menjangkau,” kata Rina saat dikonfirmasi, Kamis (22/1/2026).
DLH Kota Yogyakarta mencatat jumlah pohon perindang yang dikelola DLH Kota Yogyakarta sebanyak 20.537 pohon. Jenis pohon perindang itu antara lain Tanjung, Angsana, Sawo Kecik, Tabebuya, Glodokan Pecut dan Glodokan biasa. Pohon perindang tersebut tersebar di seluruh jalan raya di wilayah Kota Yogyakarta.
Dia menyebut, dulu jumlah pohon perindang rawan tumbang di Kota Yogyakarta sekitar 5 persen, tapi kini sudah berkurang menjadi 1 persen karena dipangkas sebagian agar tidak tumbang. Pohon-pohon yang rawan tumbang tersebar di beberapa jalan antara lain kawasan Kotabaru, Gayam, Sagan, Jalan Sukonandi, Batikan, Kusumanegara, Veteran, Tegalturi dan Munggur. Pohon yang rawan tumbang berusia 20 tahun ke atas. Tapi untuk jenis Pohon Waru tidak sampai 20 tahun pohon sudah besar dan rawan tumbang.
“Kita ada tim teknis dari bidang taman yang memang paham tentang kesehatan pohon. Mereka yang memberikan rekomendasi apakah pohon ini cukup dipangkas ringan, pangkas berat, atau memang harus ditebang habis kalau sudah sangat membahayakan. Kami mengecek kalau rawan patah atau roboh saat angin kencang kami pangkas demi keamanan bersama jangan sampai jatuh korban,” terangnya.
Dicontohkan pada tahun lalu dilakukan pemangkasan berat pohon-pohon yang agak membahayakan di Jalan DI Panjaitan. Di samping itu di jalan kawasan Lempuyangan yang rawan tumbang seperti Pohon Waru juga sudah diprioritaskan dipangkas. Namun dia menyatakan selama ini DLH Kota Yogyakarta tidak menanam Pohon Waru untuk perindang karena lebih rawan dibandingkan jenis lainnya. Dimungkinkan Pohon Waru di jalan, dahulu ditanam masyarakat.
“Kami harap warga bisa memangkas sebagian atau mengurangi dahan dan daun pohon yang rimbun dan tinggi yang ada di lahan pribadi untuk mengantisipasi pohon tumbang. Tapi kalau ada pohon di lahan pribadi dahannya sampai ke jalan raya dan mengganggu atau membahayakan yang melintas kita akan bantu,” papar Rina.
Dia menuturkan apabila masyarakat kesulitan membuang hasil pemangkasan pohon bisa memanfaatkan layanan Tim Reaksi Cepat Masyarakat Jogja Olah Sampah (TRC Mas JOS) di nomor 0811 7000 5555 tanpa dipungut biaya. TRC Mas JOS adalah layanan jemput sampah spesifik rumah tangga seperti kasur, tempat tidur, kulkas, dahan atau ranting pohon di Kota Yogyakarta.
Sebelumnya Ketua Tim Kerja Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta Petrus Singgih Purnomo mengatakan selama ini saat hujan lebat dan cuaca ekstrem di Kota Yogyakarta kejadian paling banyak berdampak pada pohon tumbang. BPBD Kota Yogyakarta mencatat selama tahun 2025 terdapat 138 kejadian pohon tumbang. Oleh sebab itu masyarakat diimbau mengurangi atau memangkas sebagian pohon yang rimbun dan lapuk untuk mengurangi risiko pohon tumbang, terutama saat puncak musim hujan.



