Beranda / Reportase / Pengorbanan Polisi-TNI Tewas Tenggelam Usai Selamatkan Pelajar di Laut Tual

Pengorbanan Polisi-TNI Tewas Tenggelam Usai Selamatkan Pelajar di Laut Tual

Foto: Momen warga mengevakuasi Briptu Nanda dan Serda Rangga dari laut. (dok. istimewa)

Tual,REDAKSI17.COM – Pengorbanan seorang anggota polisi bernama Briptu Nanda Tutupoho dan prajurit TNI Angkatan Udara (AU) Serda Rangga S berakhir dengan duka mendalam. Keduanya gugur demi menyelamatkan Opy Hanubun (16), seorang pelajar SMP yang tenggelam di Perairan Pantai Nirun Lear Ngursoin, Kota Tual, Maluku.
Insiden tragis itu bermula ketika Opy Hanubun bersama rekan-rekan dan gurunya berkunjung ke kawasan wisata Pantai Nirun Lear Ngursoin, Kecamatan Kei Kecil Selatan, pada Minggu (21/6) pukul 14.40 WIT. Opy yang saat itu terpisah dari gurunya tiba-tiba melompat ke arah laut.

“Opy Hanubun kemudian tiba-tiba melompat dari tebing ke laut. Tidak berselang lama, korban terlihat kesulitan berenang dan berteriak meminta pertolongan,” ujar Kabid Humas Polda Maluku Kombes Rositah Umasugi kepada wartawan, Senin (22/6/2026).

Teriakan histeris dari Opy langsung memicu perhatian para pengunjung pantai, termasuk Briptu Nanda dan Serda Rangga yang kebetulan sedang berada di lokasi kejadian. Keduanya pun langsung berenang menerjang perairan demi menolong Opy.

“Tanpa ragu, keduanya lantas terjun ke laut untuk memberikan pertolongan. Namun kondisi perairan sedang ombak besar dan arus yang kuat mengakibatkan keduanya terseret arus di area tebing pantai,” bebernya.

Warga yang menyaksikan insiden mencekam tersebut bergerak cepat mengevakuasi Opy yang tenggelam. Sementara itu, Briptu Nanda dan Serda Rangga juga berhasil dievakuasi setelah sempat terseret arus laut yang ganas.

“Ketiga korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Danar untuk mendapatkan pertolongan medis. (Namun) sekitar pukul 15.00 WIT, Serda Rangga dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di Puskesmas Danar,” beber Rositah.

“Sementara Briptu Nanda Tutupoho sempat mendapatkan penanganan medis dan dirujuk menggunakan ambulans ke RS Karel Sadsuitubun Langgur. Dalam perjalanan, Briptu Nanda dinyatakan meninggal dunia,” tambahnya.

Detik-detik menegangkan saat Briptu Nanda dan Serda Rangga dievakuasi dari laut sempat terekam oleh kamera warga di lokasi. Dalam video yang beredar, terlihat sedikitnya 11 orang pengunjung pria dan wanita bahu-membahu mengevakuasi kedua aparat tersebut.

Para pengunjung tampak berjuang keras menarik tubuh Briptu Nanda dari terpaan ombak besar, lalu membawanya ke daratan untuk segera diberikan pertolongan pertama.

Di sisi lain, tiga orang pria juga terlihat saling bergandengan tangan menerobos ombak besar untuk menolong Serda Rangga. Proses evakuasi berjalan dramatis karena warga sempat kesulitan membantu Serda Rangga akibat area perairan yang dikelilingi oleh tebing batu yang terjal.

Rositah menegaskan bahwa peristiwa nahas ini merupakan potret nyata dari solidaritas dan semangat kemanusiaan yang tinggi dari aparat negara, meski taruhannya adalah nyawa mereka sendiri. Aksi heroik ini pun berakhir dengan gugurnya kedua prajurit terbaik tersebut.

“Korban yang gugur dalam peristiwa tersebut adalah Briptu Nanda Tutupoho, anggota Polda Maluku, dan Serda Rangga S, prajurit TNI Udara dari Lanud Dumatubun,” jelasnya.

“Keberanian Briptu Nanda Tutupoho dan Serda Rangga menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan, pengabdian, dan keberanian tetap hidup dalam setiap tugas yang dijalankan aparat negara,” imbuhnya memungkasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *