Umbulharjo,REDAKSI17.COM – Upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 berlangsung khidmat di Lapangan Balai Kota Yogyakarta, Senin (18/5). Dengan mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, upacara diikuti jajaran pegawai Pemerintah Kota Yogyakarta.
Meski cuaca pagi terasa cukup panas, seluruh peserta tetap mengikuti jalannya upacara dengan tertib dan penuh semangat nasionalisme. Pengibaran Sang Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Yogyakarta Tahun 2025 berlangsung lancar dan penuh khidmat.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, bertindak sebagai inspektur upacara menegaskan bahwa peringatan Harkitnas bukan sekadar mengenang sejarah perjuangan bangsa, tetapi menjadi momentum membangun kebangkitan baru menuju kemandirian ekonomi Indonesia.
“Tema ini diangkat sebagai refleksi kebangkitan bangsa yang tidak hanya menengok masa lalu sebagai sumber inspirasi, tetapi juga harus menatap masa depan dengan tekad untuk membangun Indonesia yang lebih kuat, mandiri, dan berdaya saing,” ujarnya.
Hasto mengajak seluruh peserta untuk meneladani semangat para pendiri bangsa sejak lahirnya Budi Utomo pada 20 Mei 1908 hingga lahirnya Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak persatuan bangsa Indonesia.
Menurutnya, kesadaran nasional yang lahir pada masa penjajahan muncul akibat ketidakadilan yang dirasakan masyarakat, termasuk terbatasnya akses pendidikan bagi rakyat pribumi. Semangat persatuan itulah yang kemudian mengantarkan Indonesia menuju kemerdekaan tahun 1945.
“Kita bersyukur bahwa kemudian dengan kebangkitan rasa kebangsaan itu, kita bisa merdeka. Tetapi hari ini kita baru berdaulat dalam bidang politik, sementara dalam bidang ekonomi kita belum sepenuhnya berdikari,” ungkapnya.

Pengibaran oleh Paskibraka tahun 2025
Hasto menyoroti pentingnya keberpihakan terhadap produk lokal sebagai bagian dari perjuangan menuju kemandirian ekonomi bangsa. Ia mencontohkan produk gula merah Indonesia yang masih bergantung pada sertifikasi luar negeri untuk memperoleh nilai jual lebih tinggi di pasar internasional.
Karena itu, Pemerintah Kota Yogyakarta terus mendorong gerakan ekonomi kerakyatan melalui program Gandeng Gendong dan Warung Milik Rakyat (Wamira) sebagai bentuk penguatan ekonomi lokal berbasis masyarakat.
“Ini adalah bambu runcing-bambu runcing kecil untuk menuju kemerdekaan yang sesungguhnya, yaitu berdikari dalam bidang ekonomi,” tegasnya.
Hasto juga mengajak masyarakat untuk lebih mencintai dan menggunakan produk daerah sendiri sebagai bentuk keberpihakan terhadap ekonomi rakyat.
“Kenapa kita tidak makan yang dibikin oleh tetangga? Mangan sing ditandur, nandur sing dipangan. Dengan cara begitu kita bisa memulai kebangkitan periode kedua, yaitu kebangkitan rasa berdikari dalam bidang ekonomi,” katanya.

Pegawai Pemkot Yogya mengikuti upacara dengan khidmat
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Veronica Ambar Ismuwardani, menjelaskan bahwa Wamira tidak hanya bertujuan mendorong kemandirian ekonomi, tetapi juga menjadi salah satu strategi pengendalian inflasi daerah.
Menurutnya, Wamira menjadi ruang bertemunya produk-produk lokal dengan masyarakat melalui kolaborasi bersama Koperasi Kelurahan Merah Putih.
“Wamira ini menjadi wadah bagi produk-produk lokal untuk dipasarkan melalui Koperasi Merah Putih dan harapannya bisa dikonsumsi oleh seluruh masyarakat serta meningkatkan pendapatan teman-teman UKM,” jelasnya.
Ia menambahkan, Wamira dibangun sebagai ekosistem ekonomi masyarakat, mulai dari penyediaan bahan pokok hingga pemasaran produk jadi. Selain menggandeng pelaku UMKM, Wamira juga bekerja sama dengan distributor seperti Bulog untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Wali Kota Yogya, Hasto Wardoyo memimpin upacara
Keunggulan Wamira, lanjut Ambar, terletak pada lokasinya yang dekat dengan masyarakat karena berada di lingkungan kampung, sehingga lebih mudah dijangkau warga dan mampu menekan biaya distribusi.
“Wamira menjadi ruang ekonomi masyarakat yang dekat dengan warga. Di situlah nanti produk lokal, bahan pokok, hingga intervensi pemerintah untuk masyarakat bisa bertemu,” pungkasnya.
