Beranda / Nasional Dan Internasional / Prabowo Heran Ada Demo Tolak MBG: Ini untuk Bantu yang Susah

Prabowo Heran Ada Demo Tolak MBG: Ini untuk Bantu yang Susah

Bangkalan,REDAKSI17.COM – PRESIDEN Prabowo Subianto mengungkapkan keheranannya terhadap aksi penolakan proyek makan bergizi gratis (MBG) yang terjadi di tengah masyarakat.

Pernyataan ini disampaikan saat menghadiri penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2026 di Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil atau Insya, di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa, 23 Juli 2026.

“Aneh, ada demo yang menentang MBG. MBG ini untuk membantu orang yang sulit, yang susah,” kata Prabowo.

Presiden menegaskan makan bergizi gratis tidak bersifat memaksa. Bagi mereka yang tergolong mampu, dipersilakan untuk tidak menerima manfaat MBG. “Kalau sudah kaya tidak usah terima MBG. Tidak ada kewajiban menerima MBG,” ujarnya.

Namun, di balik sikap opsional tersebut, Prabowo menyoroti realitas pahit yang masih terjadi di lapangan. Ia menggambarkan bagaimana program ini menjadi penyelamat bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Tapi banyak sekali anak-anak yang tidak mampu, berangkat sekolah tidak sarapan. Bahkan banyak anak-anak yang simpan makanan, dibawa pulang buat ibunya, bapaknya, adeknya dan neneknya. Rakyat kita banyak yang susah,” kata dia.

Prabowo membandingkan program ini dengan kebijakan serupa di negara lain, seraya membantah isu bahwa MBG menguras anggaran pendidikan. “Seratus negara lebih punya program MBG. Program MBG ini tidak mengurangi anggaran lain. Anggaran pendidikan jalan terus, bahkan mungkin lebih besar di bawah pemerintah saya,” kata dia.

Prabowo mengaitkan kemampuan pendanaan program ini dengan komitmen pemerintah memberantas kebocoran anggaran. Ia menyebut dana yang berhasil ditahan dari potensi korupsi disalurkan langsung ke rakyat. “Yang kita tahan adalah uang yang pasti dikorupsi. Kita bukan anak kecil. Kita pahamlah,” ujar dia.

Sebagai bukti keberhasilan penyaluran anggaran, Prabowo membeberkan sejumlah pencapaian infrastruktur dan pendidikan.

“Buktinya, uang Rp 5,4 triliun bisa bangun jalan 1000 km. 18 bulan saya memimpin, 30 ribu sekolah diperbaiki. Tahun depan kita tambah 30 ribu,” ujar dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *