BANYUMAS,REDAKSI17.COM – Presiden Prabowo Subianto berpendapat harga genteng hasil olahan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Berwawasan Lingkungan dan Edukasi (BLE) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, cukup murah.
Prabowo menyampaikan pendapat itu saat meninjau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Berwawasan Lingkungan dan Edukasi (BLE) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (28/4/2026).
Ia juga membuka peluang agar produk tersebut dapat dimanfaatkan dalam program bantuan perbaikan rumah.
“Gentengnya lumayan efektif. Gentengnya cukup murah dan ini mungkin bisa masuk anggaran kita untuk bantuan perbaikan rumah,” kata dia dikutip dari keterangan tertulis di laman Presiden RI.
“Anggaran perbaikan rumah sekarang, 1 rumah 20 juta (rupiah). Jadi, ini satu rumah kita perhitungkan 4 sampai 5 juta (rupiah) untuk gentengnya.”
Presiden juga menekankan pentingnya penggunaan material yang lebih sehat dan estetis. Ia mendorong pengurangan penggunaan seng yang dapat berkarat dalam pembangunan perumahan.
“Berkarat itu nanti ujungnya tidak sehat untuk yang huni dan pandangannya juga tidak bagus. Kita akan kembalikan Indonesia menjadi Indonesia yang benar-benar indah. Jadi pariwisata itu bagus dan kita nyaman tinggalnya,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyebut, inisiatif pengelolaan sampah seperti TPST BLE mulai diadopsi oleh berbagai daerah.
Berdasarkan laporan dari Gubernur Jawa Tengah, kata dia, sedikitnya 13 kabupaten di wilayah tersebut turut mengembangkan TPST model serupa.
“Jadi, ini nanti kita dari pemerintah pusat akan mendorong, dan saya akan turunkan bantuan langsung untuk kita kembangkan, perbaiki, kembangkan, dan bikin lebih efektif,” tuturnya.
Prabowo juga menyambut baik komitmen Pemerintah Kabupaten Banyumas yang menargetkan pencapaian zero waste to money pada 2028.
“Ya semua kita kembangkan. Sampah, pengolahan sampah, sekarang jadi prioritas nasional. Dalam 2 sampai 3 tahun kita harus kendalikan sampah seluruh Indonesia,” ucap Presiden Prabowo.





