“Pak SBY dan saya, kita generasi ibarat, kami adalah anak tangga yang akan digunakan oleh generasi yang lebih muda kita untuk naik, untuk mengambil alih tanggung jawab, untuk meneruskan kebangkitan bangsa Indonesia,” ujar Prabowo, dikutip Kamis (10/9/2026).
Prabowo mengatakan dirinya satu angkatan pendidikan militer masuk dengan SBY. Namun, politikus senior itu kemudian lulus lebih dahulu. SBY tercatat sebagai peraih Adhi Makayasa Akmil 1973. Sedangkan Prabowo lulus pada 1974.
“Saya satu angkatan dengan beliau di Akademi Militer. Masuknya satu angkatan, keluarnya angkatan di bawahnya. Memang dari awal sudah kelihatan beliau memang taruna yang terbaik, tapi saya taruna yang bisa diperbaiki,” kata Prabowo.
Menurutnya, pendidikan militer yang mereka jalani sejak muda menanamkan pemahaman bahwa tentara merupakan bagian dari rakyat dan harus mengabdi kepada kepentingan rakyat.
“Kita dididik dari kecil sebagai tentara rakyat yang berjuang untuk rakyat. Jadi kita justru menghayati bahwa tentara itu adalah milik rakyat. Dan kalau kita ingin terus berbakti mengabdi di bidang politik, kita harus menjalankan politik itu melalui demokrasi,” tuturnya.
Prabowo kemudian mengaitkan pengalaman tersebut dengan perjalanan politiknya dan SBY. Ia memuji sosok itu karena mampu membangun partai politik dan memperoleh mandat dari rakyat melalui proses demokrasi.
“SBY memberi contoh, pensiunan keluarga tentara membuat partai, maju ke hadapan rakyat, mendapat mandat. Demikian juga saya. Kalau mencontek yang baik boleh, saya juga membuat partai, maju ke rakyat minta mandat. Empat kali tidak diberikan mandat, tapi akhirnya dikasih juga,” tutur Prabowo.





