JAKARTA,REDAKSI17.COM – Presiden Prabowo Subianto menyebut Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selama ini menjadi sasaran tindak pidana korupsi, serta menegaskan pemerintah akan membenahi tata kelola perusahaan pelat merah.

Prabowo menyampaikan hal itu saat berpidato dalam peringatan Hari Koperasi Nasional 2026 di Jakarta, pada Minggu (12/7).

“BUMN-BUMN itu akan kita tertibkan. Selama ini BUMN-BUMN itu sumber korupsi,” kata Prabowo.

Dalam pidatonya, Prabowo mengaku pemerintah sejauh ini telah mengonsolidasikan aset-aset BUMN melalui Danantara, lembaga Sovereign Wealth Fund (SWF) yang dibentuk pada 2025 dan membawahi aset negara senilai US$1 triliun.

“Kita sekarang adalah dana kedaulatan mungkin kelima atau keenam terbesar di dunia,” imbuh Prabowo.

Oleh sebab itu, Prabowo meminta agar para koruptor sadar diri, serta menghentikan praktik-praktik yang merusak tata kelola BUMN.

“Hentikan praktik-praktik kau, hentikan. Rakyat tidak bodoh,” jelas Prabowo.

Selain itu, Prabowo juga mendorong agar BUMN dan pengusaha dari sektor swasta saling berkesinambungan memperkuat ekonomi dalam negeri. Bukan menjatuhkan satu sama lain, demi mewujudkan apa yang ia sebut sebagai “Indonesia Incorporated”.

“Karena Indonesia ini negara besar, kita butuh kita butuh koperasi, kita butuh UMKM, kita butuh swasta, kita butuh BUMN, BUMD,” imbuhnya.

Dalam laporan IDNFinancials.com sebelumnya, Prabowo juga telah menyampaikan rencana penutupan 250 entitas BUMN pada akhir Juli 2026.

Sejak awal menjabat, ia mengaku telah menutup sekitar 240 BUMN yang tidak efisien dan tak menghasilkan keuntungan bagi negara. Berikutnya pada akhir tahun, Prabowo menargetkan jumlah BUMN yang ditutup akan mencapai 800 entitas.