Ustaz Abdul Somad dikenal sebagai pendakwah asal Sumatera Utara. Ia dikenal karena gaya berdakwahnya yang humoris.
Biodata Ustaz Abdul Somad
- Nama lengkap: Abdul Somad Batubara
- Nama panggilan: Ustaz Abdul Somad (UAS)
- Tempat, tanggal lahir: Sumatera Utara, 18 Mei 1977
- Agama: Islam
- Orang tua: Bachtiar Batubara (ayah) dan Rohana (ibu)
- Pasangan: Mellya Juniarti (2012-2019), Fatimah Az Zahra Salim Barabud (m. 2021)
- Anak-anak: Mizyan Haziq Abdillah, Samy Ahmad Mesbahy ‘Ibadillah
- Media sosial: @ustadzabdulsomad_official (Instagram), Ustadz Abdul Somad Official (YouTube)
- Pekerjaan: Ulama
- Pendidikan:
- Universitas Al-Azhar, Mesir
- Institut Darul-Hadits Al-Hassaniyah, Maroko
- Universitas Islam Omdurman, Sudan
Kehidupan Pribadi Ustaz Abdul Somad
Ustaz Abdul Somad memiliki nama lengkap Abdul Somad Batubara. Ia lahir di Silo Lama, Asahan, Sumatera Utara, pada tanggal 18 Mei 1977, dari pasangan Bachtiar Batubara dan Rohana.
Dari pihak ibu, garis keturunan UAS bersambung ke Syekh Abdurrahman, seorang ulama sufi aliran Tarekat Syattariyah, kelahiran Rao, Batu Bara yang dijuluki Tuan Syekh Silau Laut I.
Sebagai informasi, Tuan Syekh Silau Laut I sendiri merupakan seorang perantau suku Minangkabau yang nenek moyangnya berasal dari Mudik Tampang, Rao, Pasaman.
Berbicara mengenai kehidupan pribadinya, UAS pertama kali menikah dengan seorang wanita bernama Mellya Juniarti pada tahun 2012.
Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai seorang putra bernama Mizyan Hadziq Abdillah. Sayang, pada tahun 2019, UAS dan Mellya memutuskan untuk bercerai.
Setelah itu, pada 2021, UAS kembali menikah dengan Fatimah Az Zahra Salim Barabud. Mereka juga dikaruniai seorang putra yang diberi nama Samy Ahmad Mesbahy ‘Ibadillah.
Pendidikan Ustaz Abdul Somad
Sejak kecil, Abdul Somad menempuh pendidikan berbasis Tahfiz Al-quran. Ia lulus dari SD Al-Washliyah Kisaran pada 1990, lalu melanjutkan ke MTs Mu’allimin Univa Medan dan tamat pada 1993.
Setelah sempat belajar di Pesantren Darularafah Deliserdang, UAS kemudian pindah ke Riau dan menyelesaikan pendidikan di Madrasah Aliyah Nurul Falah, Air Molek, pada 1996.
Ia juga sempat kuliah di Jurusan Bahasa Arab IAIN Sultan Syarif Kasim Riau pada 1996-1998.
Pada 1998, ia lolos seleksi beasiswa ke Universitas Al-Azhar di Kairo, bersaing dengan ratusan peserta lainnya.
Di sana, UAS pun meraih gelar Lc dalam waktu kurang dari empat tahun dan lulus pada 2002.
Setelah itu, ia sempat mengambil program S2 di Universiti Kebangsaan Malaysia, meski hanya berjalan dua semester.
Tahun 2004, ia kembali memperoleh beasiswa melalui AMCI dari Kerajaan Maroko untuk melanjutkan S2 di Institut Darul-Hadits Al-Hassaniyah, Rabat. Program tersebut diselesaikannya pada 2006 dengan gelar D.E.S.A.
Ia kemudian meraih gelar doktor dari Universitas Islam Omdurman pada 2019, dan dipercaya menjadi Profesor Tamu di Universitas Islam Sultan Sharif Ali, Brunei Darussalam, untuk periode 2020-2022 serta 2023-2024.
Perjalanan Karier Ustaz Abdul Somad
Setelah menuntaskan pendidikan masternya, Abdul Somad memulai karier profesionalnya pada 2007 sebagai penerjemah buku-buku Islam di Jakarta.
Tak lama kemudian, ia kembali ke Riau dan mengajar di perguruan tinggi swasta.
Pada 2008, ia mengikuti seleksi CPNS dan resmi diangkat sebagai dosen tetap Program Studi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim pada 2009.
Setelah sekitar 10 tahun mengabdi, UAS pun mengundurkan diri pada 2019 karena semakin padatnya aktivitas dakwah yang membuatnya tidak bisa aktif di kampus.
Dengan latar pendidikan agama yang kuat, UAS juga memperluas dakwahnya lewat media sosial, khususnya YouTube.
Selain berdakwah dan mengajar, UAS juga aktif di organisasi keagamaan, seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau serta menjadi Sekretaris Lembaga Bahtsul Masa’il Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Riau.
Ia juga produktif menulis buku-buku bertema keislaman, di antaranya 37 Masalah Populer, 99 Pertanyaan Seputar Sholat, 33 Tanya Jawab Seputar Qurban, dan 30 Fatwa Seputar Ramadhan.
Kontroversi Ustaz Abdul Somad
Berikut rangkuman sejumlah kontroversi yang pernah dikaitkan dengan Ustaz Abdul Somad sepanjang perjalanan dakwahnya:
- Pada Oktober 2017, UAS menuai sorotan setelah menyampaikan pernyataan yang mengaitkan kebijakan pro-LGBT sebuah perusahaan dengan ancaman dosa bagi umat Muslim yang bertransaksi di sana. Pernyataan tersebut memicu perdebatan luas di ruang publik.
- Tahun 2019, ia kembali menjadi perhatian setelah dilaporkan ke pihak berwajib terkait isi ceramahnya yang dinilai menyinggung simbol agama Kristen, khususnya pernyataannya mengenai keberadaan salib di rumah sakit.
- UAS juga pernah mengkritik penggunaan istilah “bom bunuh diri” dan menyarankan istilah lain yang menurutnya lebih sesuai dalam perspektif tertentu. Pandangannya ini memunculkan pro dan kontra karena dianggap sensitif dan menyentuh isu ekstremisme.
- Di masa pandemi COVID-19, ia sempat menyampaikan pandangan bahwa wabah tersebut merupakan kiriman Allah. Ia juga berkomentar soal kondisi Muslim Uighur di China yang akan aman dari wabah itu karena mereka rajin berwudu.
- Pada 16 Mei 2022, UAS ditolak masuk oleh otoritas imigrasi Singapura saat hendak berkunjung. Peristiwa itu disusul dengan UAS yang menjelek-jelekkan Singapura dengan kata-kata yang tidak pantas. Kemudian, pihak pemerintah Singapura menyampaikan bahwa penolakan tersebut berkaitan dengan pandangan-pandangannya yang dinilai berpotensi memecah belah dan mengarah pada ekstremisme.




