Beranda / Hikayat Seni dan Budaya / Riwayat Udik-Udik

Riwayat Udik-Udik

Udik-udikan atau udhik-udhik adalah tradisi menebar uang receh yang dicampur beras kuning dan bunga sebagai lambang sedekah dan doa kesejahteraan
Asal-Usul dan Sejarah
  • Tradisi Mataram: Tradisi ini berakar dari budaya Keraton Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta sebagai wujud nyata kepedulian raja membagikan rezeki dan berkah kepada rakyatnya. 
  • Simbol Kepemimpinan: Di lingkungan istana, penyebaran udhik-udhik menandai dimulainya rangkaian acara besar adat, seperti pembukaan tradisi Miyos Gongso untuk menyambut Sekaten. 
  • Menyebar ke Masyarakat: Seiring waktu, tradisi keraton ini diadopsi oleh masyarakat luas di Jawa (termasuk Jawa Tengah dan Jawa Timur), khususnya saat hajatan khitanan, kelahiran, atau bentuk syukur atas rezeki. Di Pekalongan, tradisi ini dikenal meriah dalam perayaan seperti Rabu Pungkasan. 
Makna Filosofis
  • Sedekah dan Tolak Bala: Uang logam dan beras kuning yang disebar dimaknai sebagai sarana mendekatkan diri kepada Tuhan, membersihkan diri, serta menolak marabahaya. 
  • Berkah Pemimpin: Uang yang diperebutkan bukan dinilai dari jumlah nominalnya, melainkan karena telah didoakan membawa keselamatan dan kesejahteraan bagi yang mendapatkannya. 
Jika Anda ingin tahu lebih lanjut, beri tahu saya apakah Anda ingin membahas:
  • Tata cara pelaksanaan tradisi udhik-udhik di lingkungan keraton
  • Filosofi lengkap isi sebaran seperti beras kuning dan kembang
  • Perkembangan tradisi ini di masyarakat modern saat ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *