Solo, REDAKSI17.COM – Tersangka dugaan fitnah ijazah Presiden ke-7 Jokowi, Roy Suryo mengungkapkan bahwa seorang raja jawa palsu mengumpulkan kuasa hukumnya di Hotel Sunan, Solo, Jawa Tengah.
Dalam pertemuan itu, Roy menyebut raja jawa palsu menggebrak meja di depan para kuasa hukumnya dan mengeluhkan lamanya penanganan kasusnya.
Hal tersebut disampaikan oleh Roy Suryo dalam dialog Kompas Petang di Kompas TV, Sabtu (23/5/2026).
“Katanya kan dia (di Solo) lagi ngumpulin orang-orang, bocorannya, bocor alusnya, di Hotel Sunan dia ngumpulin kuasa-kuasa hukum kemudian gebrak meja,” kata Roy.
“Katanya cuma 3 bulan, 4 bulan. Nyatanya nggak kan. Memang kemudian dikatakan, lah soalnya dia takut, dia nggak mau datang kalau bukan persidangan yang ini.”
Roy Suryo kemudian dikonfirmasi soal siapa pihak yang dimaksud olehnya menggebrak meja dalam pertemuan dengan para kuasa hukum. Namun Roy Suryo tidak menjawab dengan gamblang siapa pihak yang dimaksudnya.
“Dia yang gebrak meja itu, sudah jelas yang raja jawa palsu itu, ada videonya itu,” ucap Roy.
Perihal raja jawa palsu menggebrak meja kemudian dikonfirmasi ke Sekjen Peradi Bersatu Ade Darmawan. Dalam dialog yang sama, Ade meyakini pihak yang disebut Roy Suryo sebagai raja jawa palsu dan menggebrak meja bukanlah Joko Widodo.
“Saya rasa kalau tim hukum Insinyur Bapak Joko Widodo hanya menyampaikan, mungkin ada bentuk-bentuk kekecewaan saja, bahwa ini terlalu lama,” kata Ade,
“Artinya Bapak Insinyur Bapak Joko Widodo dan teman-teman lain tergantung ini atau menggantungkan.”
Peradi Bersatu adalah pihak yang melaporkan Roy Suryo atas dugaan penghasutan dan penyebaran berita bohong terkait tudingan ijazah palsu Joko Widodo.





