Ngampilan,REDAKSI17.COM-Pemerintah Kota Yogyakarta kembali menggelar kegiatan safari subuh. Kali ini kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Nurul Huda, Ngampilan, Minggu (8/3/2026). Safari subuh tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Kegiatan safari subuh merupakan agenda rutin Pemerintah Kota Yogyakarta selama bulan Ramadan yang dilaksanakan setiap hari Sabtu dan Minggu di berbagai masjid di wilayah Kota Yogyakarta.

Selain melaksanakan salat subuh berjamaah, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi pemerintah untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus mendengarkan aspirasi warga secara langsung.

Dalam sambutannya, Hasto Wardoyo mengatakan bahwa safari subuh menjadi salah satu caranya untuk lebih dekat dengan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah dapat mendengar berbagai persoalan yang dihadapi warga sekaligus menyampaikan berbagai program pembangunan yang sedang dijalankan oleh pemerintah kota.

“Safari subuh ini rutin kami gelar setiap akhir pekan selama bulan Ramadan. Tujuannya tidak hanya untuk beribadah bersama, tetapi juga untuk menyapa warga serta mendengar langsung aspirasi dari masyarakat,” ujar Hasto.

Pada kesempatan tersebut, Hasto juga mengajak para jamaah untuk menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.

Menurutnya, makna kesucian dalam bulan Ramadan tidak hanya berkaitan dengan ibadah, tetapi juga dengan kebersihan diri dan lingkungan.

Ia menjelaskan bahwa kata “suci” dalam Ramadan dapat dimaknai sebagai kondisi yang bersih. Hal tersebut selaras dengan ajaran Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa kebersihan merupakan sebagian dari iman.

“Bulan Ramadan adalah bulan yang suci. Suci di sini saya artikan sebagai bersih. Rasulullah juga mengajarkan bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman. Karena itu saya mengajak bapak dan ibu semua untuk menjaga kebersihan, baik kebersihan diri maupun lingkungan sekitar,” kata Hasto.

Dalam kesempatan itu, Hasto juga menyosialisasikan gerakan pengelolaan sampah yang tengah digencarkan Pemerintah Kota Yogyakarta, yaitu gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah atau Mas JOS.

Program ini merupakan upaya pemerintah untuk mengurangi volume sampah rumah tangga melalui lima langkah sederhana yang dapat dilakukan oleh masyarakat.

Menurutnya, apabila masyarakat secara konsisten menerapkan lima langkah dalam gerakan Mas JOS tersebut, maka persoalan sampah di Kota Yogyakarta dapat diminimalisir secara signifikan.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo saat menyerahkan bantuan untuk Masjid Nurul Huda, Ngampilan.

“Di Kota Yogyakarta ada gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah atau Mas JOS. Di dalamnya ada lima langkah yang bisa dilakukan masyarakat untuk mengurangi sampah rumah tangga. Saya berharap bapak dan ibu di sini juga bisa menerapkan langkah-langkah tersebut, sehingga masalah sampah di Kota Yogyakarta bisa kita selesaikan bersama,” jelasnya.

Ia menambahkan, kebersihan kota merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Dengan partisipasi aktif warga dalam mengelola sampah dari rumah tangga, Kota Yogyakarta diharapkan dapat tetap terjaga kebersihan dan kenyamanannya.

Salah satu aspirasi datang dari Ketua Takmir Masjid Nurul Huda, Eko Sulistiawan. Dalam kesempatan tersebut, Eko menyampaikan bahwa Masjid Nurul Huda membutuhkan sejumlah perbaikan, terutama pada bagian rel pintu masjid yang saat ini dalam kondisi rusak. Akibat kerusakan tersebut, pintu masjid tidak dapat ditutup dengan baik.

Ia menjelaskan bahwa masjid tersebut memiliki 21 rel pintu yang perlu diperbaiki. Berdasarkan perkiraan, biaya yang dibutuhkan untuk memperbaiki rel pintu tersebut mencapai sekitar Rp15 juta.

Menanggapi aspirasi tersebut, Pemerintah Kota Yogyakarta langsung memberikan bantuan untuk mendukung perbaikan fasilitas masjid. Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan bantuan sebesar Rp10 juta untuk renovasi Masjid Nurul Huda.

Selain itu, bantuan juga datang dari berbagai pihak. Perumda PDAM Tirtamarta Yogyakarta memberikan bantuan sebesar Rp2 juta. Bantuan serupa juga diberikan oleh Baznas Kota Yogyakarta sebesar Rp2 juta. Sementara itu, secara pribadi, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo turut memberikan bantuan sebesar Rp1 juta.

Dengan adanya bantuan dari berbagai pihak tersebut, diharapkan proses perbaikan rel pintu Masjid Nurul Huda dapat segera dilakukan sehingga jamaah dapat beribadah dengan lebih nyaman.