
JAKARTA,REDAKSI17.COM – Sosok muda penuh semangat muncul dalam kegiatan Remaja Bernegara (RBN) Season 4 yang digelar oleh Partai NasDem di NasDem Tower, Sabtu (23/5). Dia adalah Muhammad Revanza Hafizh, santri asal Pondok Pesantren Al Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur.
Revanza mengaku ketertarikannya terhadap dunia politik tumbuh dari lingkungan pondok pesantren yang membentuk dirinya aktif dalam berbagai organisasi. Dari pengalaman itu, ia mulai memiliki keinginan untuk mengambil peran yang lebih besar bagi masyarakat dan bangsa.
“Karena faktor dari lingkungan pondok saya itu, saya sering mengikuti organisasi. Jadi saya ingin melakukan hal lebih besar lagi sebagai batu loncatan menuju karier saya,” ujarnya.
Keikutsertaannya dalam RBN Season 4 bukan tanpa alasan. Ia ingin mempelajari bagaimana generasi muda dapat ikut terlibat dalam dunia politik sekaligus mematahkan stigma terhadap santri.
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang memandang santri hanya sebatas sosok yang bisa mengaji dan mendoakan bangsa. Padahal, santri juga memiliki kemampuan untuk terlibat dalam proses pengambilan keputusan melalui forum politik.
“Saya ingin merepresentasikan bahwa santri bisa ikut andil memiliki peran dalam mengambil keputusan melalui forum politik,” katanya.
Selama mengikuti kegiatan RBN Season 4, Revanza mengaku sangat antusias. Atmosfer diskusi, adu gagasan, hingga penyampaian solusi, dinilai sesuai dengan minatnya terhadap dunia politik.
“Ini benar-benar seru banget dan sesuai ekspektasi saya. Saya suka beradu argumen, memberikan masukan, dan memberikan solusi. Program ini sangat berguna bagi para pemuda yang memiliki ketertarikan besar terhadap politik,” ungkapnya.
Ia juga menilai program seperti RBN menjadi wadah yang sangat baik bagi anak muda untuk belajar memahami kepemimpinan, demokrasi, serta cara menyampaikan aspirasi rakyat.
Ke depan, Revanza berharap dapat merasakan pengalaman lebih nyata melalui simulasi langsung di Gedung DPR RI. Baginya, pengalaman tersebut akan menjadi langkah penting untuk memahami bagaimana seorang pemimpin dan anggota dewan bekerja dalam memperjuangkan hak rakyat.
“Ke depan, saya berharap bisa melakukan simulasi langsung di gedung DPR RI dan merasakan atmosfer sebagai pemimpin maupun seorang dewan perwakilan rakyat yang merepresentasikan hak rakyat,” tutupnya.



