Beranda / Olahraga / Sempat Kasih Kode Jam usai Raih Emas Beregu, Ini Kata Alwi Farhan

Sempat Kasih Kode Jam usai Raih Emas Beregu, Ini Kata Alwi Farhan

Jakarta,REDAKSI17.COM – Alwi Farhan memberikan respons soal selebrasi menunjuk pergelangan tangan yang dilakukan tim bulutangkis beregu putra Indonesia saat pengalungan medali emas Asian Games 2026. Gestur tersebut sempat dikaitkan dengan kode jam Rolex.
Alwi dan kawan-kawan baru saja mengukir sejarah di Asian Games 2026. Tim beregu putra Indonesia meraih medali emas setelah tampil impresif saat menghadapi China di babak final.

Indonesia sempat tertinggal 0-2 setelah Jonatan Christie dan pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri gagal menyumbangkan poin pada dua partai awal. Namun, Alwi yang turun di partai ketiga berhasil mengalahkan Li Shi Feng dalam pertarungan tiga gim dengan skor 23-21, 15-21, 21-16.

Momentum tersebut kemudian dilanjutkan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. Moh. Zaki Ubaidillah kemudian menyempurnakan comeback Indonesia dengan kemenangan pada partai kelima. Tim Merah Putih menang 3-2 atas China dan berhak membawa pulang medali emas.

Keberhasilan tim beregu putra meraih emas tak hanya menjadi pembuka keran medali emas Indonesia, tetapi juga mengukir sejarah bagi bulutangkis di Asian Games. Sebab, 28 tahun lamanya bulutangkis Indonesia belum kembali meraih gelar juara dari nomor beregu putra di pesta olahraga terbesar di Asia tersebut.

Kemenangan itu pun mendapat sorotan masyarakat Indonesia. Termasuk selebrasi yang dilakukan Alwi, Ubed, Fajar Alfian, Muhammad Shohibul Fikri, Jonatan Christie, Muhammad Yusuf, Leo Rolly Carnando, Daniel Marthin, Nikolaus Joaquin, hingga Amri Syahnawi.

Mereka kompak menunjuk pergelangan tangan. Selebrasi tersebut kemudian viral di media sosial dan dikaitkan dengan jam Rolex. Momen serupa bahkan sempat akan dilakukan Alwi dan kawan-kawan setibanya di Tanah Air, tetapi urung dilakukan.

Rolex sempat menjadi topik utama warganet pada Juni tahun lalu. Presiden Prabowo Subianto menghadiahi para pemain Timnas Indonesia sebuah jam Rolex setelah mereka lolos ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

“Ya, pastinya kita semua bermain bukan karena apa pun itu. Tapi ketika sudah mendapatkan itu semua, saya rasa kita semua atlet Indonesia layak diapresiasi, tanpa menyudutkan siapa dari cabang olahraga apa pun,” kata Alwi setibanya di Jakarta, Rabu (30/9/2026) malam WIB.

“Ya, siapa yang memberikan prestasi yang terbaik di Indonesia dan ya menurut saya itu yang deserve untuk mendapatkan hal yang sama. Sama yang… ya, yang kita tahu,” lanjutnya.

detikSport kemudian menanyakan respons Menpora Erick Thohir soal kode atlet-atlet bulutangkis mengenai jam Rolex tersebut. Erick menjawabnya sambil bergurau, bagaimana jika bonus Rp3 miliar ditukar dengan Rolex?

Alwi menolak gagasan tersebut. “Aduh… Enggak lah, pastinya. Duitnya saja enggak apa-apa hahahaha.”

Di Asian Games 2026, selain meraih emas beregu, atlet berusia 21 tahun itu juga meraih medali perunggu di nomor perorangan. Alwi terhenti di semifinal setelah kalah dari wakil Thailand, Kunlavut Vitidsarn.

Lantas, seperti apa Alwi akan menggunakan apresiasi yang diperolehnya?

“Belum tahu ya. Enggak kepikiran juga mau dibuat apa, cuma bisa menjadikan motivasi. Ya, pastinya diinvestasikan buat masa depan, berbagi kepada yang membutuhkan. Dan ya pastinya kita enggak tahu apa menjadi kebutuhan saya,” ungkap juara Indonesia Masters 2026 ini.

“Saya masih 21 tahun, belum punya tanggungan yang seperti apa juga, masih tinggal di asrama, dan enggak punya transportasi. Saya merasa hidup saya masih amat-amat cukuplah, alhamdulillah. Jadi, ya saya enggak tahu. Pastinya cukup investasikan untuk masa depan,” tuturnya.

Peraih medali emas SEA Games 2025 itu juga bakal mewujudkan nazar yang sudah ia ucapkan sebelum berangkat ke Asian Games.

“Ya, ada nazar untuk berbagi lah kepada orang-orang yang membutuhkan. Apalagi kepada karyawan-karyawan yang ada di PBSI karena mereka yang sehari-hari bersama, membantu kita. Meski yang milah-milih sampah, yang bersihin jalanan, semua itu adalah kunci kesuksesan dari semua atlet yang bertanding di Asian Games dan atlet semuanya,” kata Alwi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *