Jakarta,REDAKSI17.COM – Harga minyak dunia kembali naik pada perdagangan hari ini, Selasa (26/5/2026), seusai serangan terbaru Amerika Serikat (AS) ke Iran meredam optimisme pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran. Di saat yang sama, pergerakan bursa saham global cenderung beragam atau mixed.
Dilansir dari Reuters, minyak mentah Brent naik lebih dari 1% pada awal perdagangan Asia menjadi US$ 97,32 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS bergerak tipis lebih tinggi dibanding perdagangan kemarin.
Kenaikan harga minyak terjadi seusai pasukan AS melancarkan serangan di Iran selatan pada Senin (25/5/2026). Target serangan mencakup kapal yang diduga hendak memasang ranjau laut dan lokasi peluncuran rudal. AS menyebut langkah tersebut sebagai aksi defensif.
Di tengah ketegangan tersebut, pejabat tinggi Iran diketahui berada di Doha, Qatar, untuk membahas potensi kesepakatan dengan AS guna mengakhiri perang yang sudah berlangsung selama tiga bulan. Namun, AS dan Iran sama-sama menepis kemungkinan tercapainya terobosan damai dalam waktu dekat.
Media Jepang Nikkei juga melaporkan kedua pihak sedang membahas rencana pembukaan Selat Hormuz sekitar 30 hari setelah kesepakatan damai tercapai. Selat Hormuz merupakan jalur penting distribusi minyak dunia sehingga kondisi kawasan ini sangat memengaruhi harga energi global.
“Saya agak skeptis. Kita terus diberi tahu bahwa kesepakatan sudah dekat, tetapi seperti apa bentuk kesepakatannya? Itu yang paling penting,” kata ahli strategi Commonwealth Bank of Australia, Joseph Capurso.
Menurutnya, pasar ingin percaya bahwa perang ini akan segera berakhir, karena apabila perang berlanjut dampaknya sangat buruk bagi ekonomi dunia.
Pada pasar saham, indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,8%. Namun, indeks Nikkei Jepang justru turun 0,2%.
Kepala riset global dan kepala strategi Standard Chartered, Eric Robertsen, mengatakan risiko inflasi dan fiskal diperkirakan bertahan lebih lama.
“Kemungkinan gangguan pasokan komoditas akan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk pulih,” ujarnya.





