Beranda / Hikayat Seni dan Budaya / Sri Dharmawangsa Teguh: Raja Jawa yang Berani Menantang Sriwijaya, Tapi Kerajaannya Berakhir Tragis!

Sri Dharmawangsa Teguh: Raja Jawa yang Berani Menantang Sriwijaya, Tapi Kerajaannya Berakhir Tragis!

Sri Maharaja Isyana Dharmawangsa Teguh Anantawikramottunggadewa adalah raja ke-20 sekaligus raja terakhir Kerajaan Medang (Mataram Jawa Timur) yang berkuasa pada 991–1016 M. Nama aslinya Wijayamretawardhana, keturunan langsung Dinasti Isyana pendiri Mataram Jawa Timur.
Ia merupakan putra Sri Makutawangsawardhana dan adik dari Mahendradatta, permaisuri Raja Udayana di Bali sekaligus ibu dari Airlangga. Demi memperkuat kekuasaan dinasti, Dharmawangsa menikahkan putri sulungnya dengan Airlangga, sementara putri keduanya dinikahkan dengan Sri Jayabhupati dari Sunda sebagai aliansi politik.
Dari ibu kota Watugaluh di tepi Sungai Brantas, Dharmawangsa membawa Medang mencapai masa kejayaan. Ekonomi berkembang, wilayah kekuasaan meluas, dan budaya Jawa Kuno memasuki zaman emas.
Namun ambisinya jauh lebih besar: ia ingin menjadikan Medang sebagai penguasa terbesar Nusantara dan menyaingi Sriwijaya yang saat itu menguasai jalur perdagangan Asia Tenggara.
Sekitar tahun 990–992 M, Dharmawangsa mengirim armada besar menyerang Sriwijaya di Sumatera. Catatan Dinasti Song dari Tiongkok menggambarkan armada Jawa “sebanyak bintang di langit”. Meski serangan itu gagal menaklukkan Sriwijaya, perang tersebut menjadi salah satu konflik terbesar antara Jawa dan Sumatera di era kuno.
Selain memperkuat pengaruh di Bali, Dharmawangsa juga menjalin hubungan politik dengan Sunda dan memperluas pengaruh Medang hingga Jawa Tengah serta sebagian Kalimantan Barat.
 Masa pemerintahannya dikenal sebagai zaman emas sastra Jawa Kuno:
• Mahabharata diterjemahkan ke Bahasa Jawa Kuno
• Kitab Wirata Parwa selesai ditulis pada 14 Oktober 996 M
• Menyusun kitab hukum Ciwa Casana
• Mendukung perkembangan agama Siwa dan kaum Brahmana
Namanya tercatat dalam berbagai prasasti penting seperti:
• Prasasti Hujung Langit (997 M)
• Prasasti Sirah Keting
• Prasasti Kawambang Kulwan
Dharmawangsa dikenang sebagai raja besar dengan visi Nusantara yang melampaui zamannya. Namun ambisinya melawan Sriwijaya kelak membawa Medang menuju kehancuran besar dalam peristiwa Pralaya tahun 1016 M.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *