Umbulharjo,REDAKSI17.COM – Stok sejumlah bahan pangan utama di Kota Yogyakarta tercatat surplus menjelang Idulfitri. Pasokan beras mencapai sekitar 2.770 ton per minggu, sementara kebutuhan masyarakat sekitar 1.900 ton sehingga masih terdapat kelebihan sekitar 780,8 ton dengan ketahanan sekitar 1,4 bulan.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sukidi, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan ketersediaan bahan pokok di Kota Yogyakarta berada dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Stok pangan di Kota Yogyakarta dalam kondisi cukup bahkan surplus. Selain beras, beberapa komoditas lain juga memiliki cadangan yang memadai,” ujar Sukidi saat dikonfirmasi Senin (9/3/2026).

Ia menjelaskan stok telur ayam tercatat surplus sekitar 129,6 ton dengan ketahanan sekitar 1,2 bulan. Daging ayam surplus 108,3 ton dengan ketahanan sekitar 1,2 bulan. Sementara minyak goreng surplus 111,52 ton dengan ketahanan sekitar 1,6 bulan dan gula pasir surplus 84,33 ton dengan ketahanan sekitar 2,3 bulan.
Menurut Sukidi, pasokan bahan pangan tersebut berasal dari berbagai jalur distribusi mulai dari distributor besar maupun kecil, pasar tradisional hingga ritel modern yang beroperasi di Kota Yogyakarta.
Meski ketersediaan stok relatif aman, beberapa komoditas seperti cabai rawit merah masih mengalami fluktuasi harga. Kondisi tersebut dipengaruhi faktor cuaca, terutama musim hujan yang berdampak pada produksi dan biaya distribusi dari daerah sentra.
“Cabai rawit merah memang paling fluktuatif karena faktor cuaca. Namun secara ketersediaan tetap aman dan tersedia di pasaran,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta Veronica Ambar Ismuwardani mengatakan tren harga bahan pokok saat ini masih relatif terkendali meskipun terdapat fluktuasi pada beberapa komoditas.
Ia menyebutkan harga cabai rawit sempat turun di kisaran Rp70.000 per kilogram, kemudian naik menjadi Rp85.000 dan saat ini berada di kisaran Rp95.000 per kilogram akibat pengaruh cuaca.
“Untuk telur ayam justru turun dari sekitar Rp30.000 menjadi Rp29.000 per kilogram, sedangkan harga ayam relatif stabil di kisaran Rp39.000 per kilogram,” jelasnya.
Pemantauan harga dilakukan di pasar tradisional, ritel modern hingga platform digital bersama Satgas Pangan dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Dalam waktu dekat, pemantauan juga akan melibatkan Komisi Pengawas Persaingan Usaha untuk memastikan tidak ada praktik usaha yang merugikan konsumen.
Selain itu, Pemerintah Kota Yogyakarta juga menyediakan akses bahan pokok dengan harga terjangkau melalui pasar murah di 14 kemantren, Warung Mrantasi, Kios Segoro Amarto yang tersedia di Pasar Beringharjo, Pasar Sentul, Pasar Prawirotaman, dan Pasar Kranggan, serta Wamira berbasis wilayah yang segera diluncurkan.



