Beranda / Politik / Survei PPP Jeblok di Jatim, Ini Tanggapan Mardiono

Survei PPP Jeblok di Jatim, Ini Tanggapan Mardiono

Ketua Umum (Ketum) PPP Mardiono. (Foto: Faiq Azmi/detikJatim)

 

Surabaya,REDAKSI17.COM – Survei Partai Persatuan Pembangunan (PPP) jeblok, baik di tingkat nasional dan Jawa Timur (Jatim). Ketua Umum (Ketum) PPP Mardiono buka suara.
“Surveinya PPP di awal-awal ya 1,5 persen, 2 persen. Karena apa? PPP itu basisnya itu di basis tradisional. Dan PPP itu menyebar seluruh Indonesia,” kata Mardiono di Surabaya usai sarasehan bersama kader DPC PPP Surabaya, Minggu (4/10/2026).

Dalam survei Poltracking yang dirilis akhir September 2026 lalu, elektabilitas PPP secara nasional di angka 1,9%. Sementara dalam survei ARCI di Jatim, elektabilitas PPP di angka 1,5%.

Mardiono tidak menampik bahwa Jatim merupakan lumbung suara PPP. Namun, banyak suara PPP yang belum terpotret dalam survei.

“Ada partai-partai tertentu yang kuatnya di Jawa Timur misalnya. Nah kemudian ada partai tertentu lagi yang kuatnya di kota. Tapi kalau di kabupaten, di daerah-daerah di tingkat daerah itu dia nggak pernah ada dapat keterwakilan, ada itu. Tapi PPP itu menyeluruh,” jelasnya.

“PPP itu merata, hanya pembagiannya yang waktu itu mungkin tidak pas caleg-calegnya. Itu saja. Jadi, itu gambarannya,” tambahnya.

Mardiono menyinggung pada Pemilu 2014 lalu PPP mendapat suara yang hampir sama dengan Pemilu 2024. Namun, koefisien kursinya berbeda.

“Saya ingin membuka catatan tahun 2014 ketika PPP dapat 39 kursi di parlemen. Berapa suaranya? Nggak jauh dari antara 8 sampai 9 juta. 2019 kita dapat 19 kursi, suaranya 8 juta. 2024 kita dapat suaranya segitu juga, persoalannya apa? Suara yang 8 juta di daerah itu tidak terdistribusikan di kabupaten dan kota, di provinsi,” jelasnya.

“Kemarin Pemilu kita kecelakaannya suara di daerah lebih dari 8-7 juta, di provinsi kita hanya 6 juta setengah lebih, kemudian di tingkat pusat kita tinggal 5 juta,” tambahnya.

Mardiono mengakui ada tren penurunan suara PPP sejak era reformasi. Namun, dalam 10 tahun terakhir suara PPP diklaim masih utuh.

“Jadi sebenarnya suara PPP sejak era reformasi memang turun, tetapi 2014 sampai sekarang sebenarnya suara grassroot masih utuh. Hanya kerja politik elitnya saja itu yang kurang ada kebersamaan. Jujur harus saya akui,” ungkapnya.

Mardiono menambahkan, PPP telah berbenah menghadapi Pemilu 2029. Sejumlah nama besar disebut akan bergabung dengan PPP salah satunya Mantan Ketua MK Hamdan Zoelva.

“Kalau calon nasional ada lah beberapa mantan-mantan anggota DPD, ya. Insyaallah ada. Banyak, tapi sekarang belum saya bunyikan, tapi nanti secara nasional akan banyak. Juga tokoh-tokoh besar yang nanti akan bergabung dengan PPP. Sudah lebih dari 5 tokoh nasional besar yang punya track record yang sampai ke titik puncak kariernya, Insyaallah bergabung dengan PPP,” jelasnya.

“Seperti Mantan Ketua MK, Pak Profesor Hamdan Zoelva. Oke? Nah itu nanti bergabung dengan PPP. Kenapa? Tak sebut satu saja, yang lain jangan,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *