Jakarta,REDAKSI17.COM – Ketua Dewan Direktur Great Institute Syahganda Nainggolan menyambut baik terpilihnya salah satu pimpinan lembaga tersebut Moh Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup (LH) dalam reshufle kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada Senin (27/4/2026) sore. Syahganda menyebut bahwa Jumhur akan bertarung melawan oligarki yang merusak lingkungan.
Menurut Syahganda, masuknya Jumhur Hidayat dalam kabinet Presiden Prabowo Subianto bukan saja merepresentasikan kaum buruh, tetapi juga aktivis yang konsisten berada di jalur perjuangan.
“Ini adalah perjuangan panjang dari para aktivis, keluar penjara, masuk penjara, keluar penjara, masuk penjara hingga menjadi menteri,” kata Syahganda saat silaturahmi Great Institute dengan Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat di Sekretariat Great Institute, Jalan Gunawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (27/4/2026) malam.
Karena melawan oligarki, Syahganda melihat Presiden Prabowo memilih representasi buruh. “Jumhur adalah avand guard melawan oligarki,” tegas Syahganda seraya meminta para aktivis yang hadir dalam silaturahmi itu terus mendukung Moh Jumhur Hidayat dalam melaksanakan tugasnya sebagai Menteri LH.
Dalam kesempatan sama, Menteri LH Moh Jumhur Hidayat mengaku tugasnya sangat berat karena menegakkan enviromental ethics di tengah arus kebutuhan investasi. “Ini tidak seperti Menteri PU atau menteri lainnya yang lebih disukai masyarakat karena fokusnya membangun,” ujarnya.
Untuk itu, Jumhur berharap dukungan dari sesama aktivis, para buruh dan seluruh masyarakat dalam menegakkan enviromental ethics itu. Acara silaturahmi itu turut dihadiri antara lain tokoh Malari Hariman Siregar, Rocky Gerung, Hilmi Rahman Ibrahim, Sunarti, Ardianto, Daeng Wahidin, Poppy Dharsono, dan Ahmad Yani.





