Jakarta,REDAKSI17.COM – Pemerintah mulai merealisasikan program ambulans udara yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat akses layanan kesehatan bagi masyarakat di daerah terpencil, kepulauan, pegunungan, dan wilayah yang sulit dijangkau jalur darat.
Langkah tersebut ditandai dengan pelaksanaan uji coba evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memangkas hambatan geografis yang selama ini menyebabkan keterlambatan penanganan pasien dalam kondisi darurat.
Presiden Prabowo menegaskan, negara harus hadir memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses kesehatan yang setara tanpa terhalang kondisi wilayah maupun keterbatasan infrastruktur.
Menurutnya, ambulans udara akan diperkuat dengan armada helikopter dan pesawat kecil yang mampu mendarat di berbagai lokasi, termasuk lapangan rumput, kawasan berpasir, hingga tepi sungai.
“Kita akan membuat ambulans udara, helikopter-helikopter dengan pesawat kecil yang bisa mendarat di lapangan rumput, lapangan pasir, bahkan di pinggir sungai. Supaya tidak ada rakyat yang tidak bisa dievakuasi ketika sakit,” ujar Prabowo, Selasa (29/9/2026).
Presiden juga menyoroti masih adanya masyarakat yang harus menempuh perjalanan berjam-jam untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, terutama ibu hamil yang membutuhkan penanganan medis segera saat proses persalinan.
Prabowo menyebut kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab tingginya risiko kematian ibu di sejumlah daerah yang akses kesehatannya masih terbatas.
“Masih ada masyarakat yang harus menempuh perjalanan tujuh hingga sembilan jam untuk mendapatkan layanan kesehatan. Kondisi seperti ini tidak boleh terus terjadi,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan program ambulans udara merupakan bagian dari penguatan sistem kesehatan nasional setelah pemerintah berhasil membangun 22 rumah sakit baru sepanjang 2026 di berbagai kabupaten dan kota yang sebelumnya belum memiliki fasilitas rumah sakit.
Menurut Teddy, pemerintah kini fokus memastikan layanan kesehatan tidak hanya tersedia, tetapi juga dapat diakses dengan cepat oleh masyarakat yang berada di wilayah terpencil.
“Dalam kondisi darurat, setiap menit sangat berharga. Program ambulans udara diharapkan mampu memperpendek jarak, mempercepat pertolongan, dan menyelamatkan lebih banyak nyawa masyarakat,” pungkasnya.
Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperluas pemerataan layanan kesehatan nasional sekaligus menjawab tantangan geografis Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.
Dengan dukungan ambulans udara, pemerintah berharap proses evakuasi pasien kritis, ibu melahirkan, korban kecelakaan, hingga masyarakat di daerah pelosok dapat dilakukan lebih cepat sehingga peluang keselamatan pasien semakin tinggi.
Kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat layanan kesehatan yang inklusif, merata, dan dapat dijangkau seluruh masyarakat tanpa terkecuali.





