Beranda / Olahraga / Taufik Hidayat Maunya Segera Umumkan Pelatih Ganda Campuran

Taufik Hidayat Maunya Segera Umumkan Pelatih Ganda Campuran

Waketum PBSI Taufik Hidayat. (Foto: Kemenpora)

Jakarta,REDAKSI17.COM – Posisi pelatih ganda campuran badminton Indonesia masih kosong. Wakil Ketua Umum PBSI Taufik Hidayat memastikan proses seleksi sudah berjalan.
“Bisa saja minggu depan kami umumkan tapi secara administrasi sudah selesai semua. Saya juga maunya besok tapi kan administrasi belum selesai semua. Kita masih melihat juga, ada satu, dua, tiga, apa nih kekurangan dan kelebihan. Kita juga mesti diskusi dengan pemain,” ujar Waketum PBSI di kawasan Senayan, Jumat (31/7/2026).

Taufik mengungkapkan, beberapa kandidat sudah masuk dalam radar PBSI. Mereka merupakan pelatih yang sengaja melamar ke Pelatnas, dan ada yang masuk bidikan federasi kepemimpinan M. Fadil Imran.

Namun, peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 ini enggan membocorkan nama-nama kandidatnya.

“Ada dari luar negeri, ada dari Indonesia, dan ada juga yang bukan orang Indonesia. Pokoknya ada beberapa kandidat. Dalam waktu dekat nanti akan saya umumkan.”

Nama eks pelatih Pelatnas Nova Widianto sempat dispekulasikan sebagai salah satu kandidat. Apalagi, Nova juga sudah tak lagi bekerja sama dengan Timnas bulutangkis Malaysia. Menanggapi itu, Taufik menegaskan belum ada kepastian.

“Semuanya belum pasti. Saya tidak meyakini semualah. Pokoknya nanti kami akan sampaikan secara resmi. Jujur, belum ada di kantung saya yang pasti siapa. Memang ada beberapa.”

Taufik juga menyoroti kandidat pelatih yang diharapkan bisa memenuhi KPI dari PBSI. Sebab, sistem promosi-degradasi tidak lagi harus menunggu setahun. Jika kinerja stagnan, regenerasi bisa dilakukan lebih cepat. Bahkan untuk seorang pelatih.

“Kalau soal KPI, kembali lagi, di olahraga itu yang dinilai adalah kinerja, target harian, program latihan, dan prestasi. Seperti yang sudah saya sampaikan sejak jauh-jauh hari, baik atlet maupun pelatih bisa dinilai kapan saja.”

“Kalau dulu setiap setahun sekali tiap akhir tahu. ada promosi degradasi. Sekarang kalau secara statistik, performa, dan prestasinya tidak berkembang, kenapa tidak kita lakukan regenerasi?”

“Kita juga berdosa kalau kita taruh di Pelatnas tetapi prestasinya tidak meningkat dalam waktu yang lama. Di sisi lain, kasihan juga atlet-atlet muda yang sedang menunggu kesempatan masuk pelatnas. Hal yang sama juga berlaku untuk pelatih.”

“Semua orang mungkin bisa melatih, tetapi kemajuan yang signifikan enggak? Dan kita juga di nasional bagus, tapi kita juga harus membandingkannya dengan negara-negara lain.”

Ia menutup dengan menegaskan PBSI tidak ingin terburu-buru memilih.

“Pokoknya saya inginnya secepatnya karena tidak bisa menunggu terlalu lama. Para pemain juga sedang menunggu kepastian. Mereka bertanya-tanya, dan kami juga sama. Tetapi kami tidak ingin asal memilih pelatih. Kami ingin benar-benar mendapatkan pelatih yang tepat, siapa pun orangnya,” tegas Taufik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *