Foto: Presiden Amerika Serikat Donald Trump (REUTERS)
Jakarta,REDAKSI17.COM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan menghadapi pemilu sela yang akan digelar pada November 2026 mendatang. Demi memenangkan pemilu sela tersebut, Trump pun menjanjikan uang Rp 87 juta kepada pemilih dewasa jika partainya, Republik, menang.
Dirangkum detikcom, Jumat (11/9/2026), Trump menyampaikan janji tersebut saat menghadiri konvensi Partai Republik untuk pemilu sela di Dallas, Texas, Rabu (9/9) waktu setempat. Ia menyebut janji itu sebagai dividen Trump.
“Jika Partai Republik menang, Anda menang bersama kami dan Anda mendapatkan US$ 5.000. Ini akan disebut dividen Trump,” ujar Trump kepada para peserta konvensi, dilansir kantor berita Reuters dan AFP, Kamis (10/9).
Belum jelas bagaimana pembayaran tersebut akan dilakukan atau apakah hal itu legal. Dengan sekitar 270 juta warga Amerika dewasa, gagasan tersebut akan menelan biaya sekitar US$1,35 triliun.
Selama pidatonya itu, Trump mengklaim telah menyelesaikan “dua tahun terbaik dalam sejarah kepresidenan.”
“Kita menyerahkan masa depan Amerika kepada Demokrat sayap kiri radikal, dan bangsa kita akan menghabiskan dekade berikutnya hanya untuk bangkit kembali,” katanya. “Pilih Republikan dan kita akan meninggalkan dunia dalam debu kita untuk generasi mendatang,” imbuhnya.
Dalam pidatonya, Trump meminta para pendukungnya untuk membayangkan bahwa dirinya ikut mencalonkan diri dalam pemilu sela November mendatang. Trump mengatakan dirinya berharap dapat membantu Partai Republik mempertahankan kendali atas kedua kamar Kongres, meski jajak pendapat menunjukkan partai tersebut menghadapi persaingan ketat dengan Partai Demokrat.
“Saya meminta Anda berpura-pura bahwa saya ada di surat suara,” kata Trump. “Saya ada di surat suara, saya ada di surat suara — sekali lagi,” cetusnya.
Jajak pendapat menunjukkan tingkat kepuasan terhadap kinerja Trump berada di kisaran angka 30 persen. Pada saat yang sama, para pemilih AS semakin tidak puas dengan melonjaknya harga-harga barang akibat perang yang dilancarkan AS terhadap Iran.





