Gedong Tengen,REDAKSI17.COM – Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan, mendorong generasi muda mengambil peran aktif membangun kemandirian ekonomi melalui inovasi, kolaborasi, dan keberanian menciptakan peluang usaha.
Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber kegiatan Sekolah Politik Kepemimpinan Eksekutif bertema Membangun Kemandirian Ekonomi melalui Inovasi dan Integritas Pemuda di Aula DPRD DIY, Kamis (7/5/2026).
Dalam paparannya, Wawan menegaskan struktur ekonomi Kota Yogyakarta berbeda dengan daerah industri yang ditopang pabrik besar. Menurutnya, kekuatan utama ekonomi Kota Yogyakarta justru berada pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Di Jogja tidak ada pabrik besar, tetapi yang menyokong ekonomi adalah UMKM. Bahkan saat pandemi Covid-19, ekonomi kita masih bisa bertahan. Semangat kolaborasi 5K melalui program Gandeng Gendong benar-benar nyata dilakukan di Kota Yogyakarta,” katanya.

Namun demikian, ia menyebut masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama, yakni mendorong UMKM agar mampu menghasilkan produk yang sesuai kebutuhan pasar sekaligus memperluas akses pasar.
“Bagaimana UMKM yang sudah ada itu kita dorong untuk menciptakan produk sesuai kebutuhan pasar, dan juga bagaimana menciptakan pasar. Selain itu, UMKM juga jangan hanya menjadi grandpreneur, tetapi harus menjadi entrepreneur yang mampu mandiri, inovatif, dan terus berkembang,” ujarnya.
Wawan juga menyinggung persoalan pengangguran di Kota Yogyakarta yang menurutnya membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda. Ia menyebut saat ini terdapat sekitar 2.336 pengangguran di Kota Yogyakarta. dirinya mendorong anak muda agar tidak hanya mencari pekerjaan, tapi juga mampu menciptakan peluang kerja baru melalui kreativitas dan inovasi.
“Anak-anak muda harus ikut berperan, bisa menciptakan peluang. Sekarang zaman sudah berubah. Anak muda juga bisa mengajari orang tua terutama dalam hal teknologi dan digitalisasi. Jadi kita bisa saling belajar, saling kolaborasi untuk menciptakan inovasi yang berdampak,” ungkapnya.

Selain itu, Wawan menekankan pentingnya pengalaman lapangan bagi mahasiswa dan generasi muda. Menurutnya, kemampuan teori harus diimbangi dengan keberanian untuk terjun langsung menghadapi dinamika di masyarakat.
Ia menilai pengalaman dan proses menghadapi krisis menjadi bagian penting yang membentuk karakter kepemimpinan dan mental kewirausahaan.
“Jangan hanya pintar secara teoritis, harus berani eksekusi di lapangan. Pengalaman itulah yang akan membentuk kita. Apalagi ketika dilanda krisis, dari situ ditempa. Siapa yang bisa bertahan dan bangkit, merekalah yang akan sukses,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Yogyakarta, Israboy, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan literasi ekonomi mahasiswa sekaligus membuka peluang kolaborasi antara organisasi mahasiswa dengan Pemerintah Kota Yogyakarta.
Menurutnya, materi yang disampaikan Wakil Wali Kota Yogyakarta memberikan pemahaman baru terkait pengembangan ekonomi kreatif dan penguatan peran pemuda dalam pertumbuhan ekonomi daerah.
“Harapannya setelah mengikuti materi ini teman-teman lebih mengetahui bagaimana literasi ekonomi, khususnya mahasiswa. Ke depan kami berharap HMI Cabang Yogyakarta bisa berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Yogyakarta dalam menumbuhkan UMKM dan pertumbuhan ekonomi di Kota Yogyakarta,” terangnya.