Jakarta,REDAKSI17.COM – Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menanggapi perubahan pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengenai peluang Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka melanjutkan kepemimpinan untuk periode kedua pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
Jokowi belakangan memilih menekankan bahwa pelaksanaan pemilu masih lama, alih-alih kembali menyuarakan dukungan untuk dua periode.
Doli menilai pernyataan Jokowi tentu didasari pertimbangan tertentu.
Ia pun meminta semua pihak menghormati pandangan para tokoh bangsa, termasuk mantan presiden, dalam menyampaikan sikap politiknya.
“Kita hormati saja apa yang menjadi pandangan dari para Bapak dan Ibu bangsa kita. Tentu mereka memiliki pertimbangan yang matang sebelum menyampaikan pernyataan,” ujar Doli, kepada Kompas.com, Jumat (9/10/2026).
Sikap Golkar
Terkait sikap Golkar, Doli menegaskan saat ini pihaknya sudah punya calon presiden (capres) untuk Pilpres 2029, yakni Prabowo Subianto.
Sedangkan calon wakil presidennya, lanjut Doli, Golkar belum menentukan.
“Mengenai calon wakil presiden nanti akan dibahas saat menjelang pendaftaran pasangan capres-cawapres, dan putusan akhir nama calon wakil presiden akan ditentukan oleh calon presiden,” imbuh dia.
Sebelumnya diberitakan, Jokowi memberikan tanggapan santai saat ditanya perihal dukungannya terhadap pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka untuk periode kedua pada Pilpres 2029 mendatang.
“Pemilu masih jauh,” kata Jokowi, di kediamannya di Solo, Jawa Tengah, Kamis (8/10/2026).
Pernyataan ini terbilang berbeda dari sikap sebelumnya, di mana Jokowi kerap menekankan kepada para relawan untuk memberikan dukungan penuh kepada Prabowo-Gibran hingga dua periode.
Reaksi Gerindra
Partai Gerindra memilih tidak mempermasalahkan sikap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut Pemilu 2029 masih jauh ketika ditanya mengenai dukungan terhadap Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka untuk kembali maju sebagai pasangan presiden dan wakil presiden.
Juru Bicara Gerindra Sugiat Santoso menegaskan, partainya menghormati pilihan politik Jokowi maupun partai politik lain.
Menurutnya, fokus Gerindra saat ini bukan membicarakan kontestasi politik mendatang, melainkan memastikan program prioritas pemerintahan Prabowo berjalan sesuai tujuan.
“Ya, kita sekali lagi, apa pun sikap kawan-kawan lain, apakah Pak Jokowi atau Golkar atau partai-partai lain, prinsipnya apa pun pilihan politik, sikap mereka kita pasti menghormati,” ujar Sugiat saat dihubungi Kompas.com, Jumat (9/10/2026).
Sugiat mengatakan, Prabowo berulang kali mengingatkan kader Gerindra dalam rapat internal bahwa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 masih lama.
Karena itu, pembahasan mengenai pasangan calon untuk pemilihan mendatang belum menjadi prioritas partainya.
“Memang Pak Prabowo di rapat-rapat internal kami selalu mengatakan bahwa pilpres masih jauh, pemilihan masih jauh. Kita masih fokus untuk menyukseskan program-program prioritas Pak Prabowo,” kata Sugiat.
Ia menambahkan, pemerintahan Prabowo baru berjalan sekitar dua tahun sehingga masih membutuhkan perhatian dan dukungan untuk merealisasikan berbagai program yang telah direncanakan.
“Karena ini terkait dengan bagaimana hajat hidup rakyat, kesejahteraan rakyat, dan lain sebagainya,” pungkas Sugiat.
Jokowi Sebut Pemilu 2029 Masih Jauh
Diberitakan sebelumnya, Jokowi mengatakan bahwa Pemilu 2029 masih jauh ketika ditanya mengenai dukungannya terhadap Prabowo-Gibran untuk kembali berpasangan pada Pilpres 2029.
“Pemilu masih jauh,” kata Jokowi di kediamannya di Solo, Jawa Tengah, Kamis (8/10/2026).
Pernyataan tersebut berbeda dari sikap Jokowi sebelumnya yang kerap menggaungkan dukungan terhadap Prabowo-Gibran untuk dua periode.
Baca juga: Putusan MK soal Ijazah Gibran, Ini Respons Istana, Parpol hingga Jokowi
Jokowi juga menegaskan bahwa semua pihak sebaiknya bekerja terlebih dahulu, baik dalam ranah politik maupun pemerintahan.
“Masih jauh 2029. Semuanya kerja dulu. Entah kerja politik, entah kerja pemerintahan. Kerja untuk rakyatlah semuanya,” kata Jokowi.
Sebelumnya, Jokowi bertemu dengan Prabowo di kediaman Presiden di Kertanegara, Jakarta Selatan.
Jokowi mengatakan, pertemuan itu berlangsung atas undangan Prabowo dan membahas sejumlah hal, termasuk sepak bola, ekonomi, dan politik.








