Beranda / Tokoh / Jenderal TNI Agus Subiyanto

Jenderal TNI Agus Subiyanto

Kisah perjalanan hidup Jenderal TNI Agus Subiyanto menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan ekonomi dan kegagalan di masa muda bukanlah penghalang untuk mencapai puncak karier tertinggi. Siapa sangka, sosok yang kini memegang komando tertinggi militer Indonesia ini pernah mengalami kegagalan saat mendaftar sebagai prajurit Bintara TNI AD.
Lahir di Cimahi pada 5 Agustus 1967, Agus tumbuh dalam kesederhanaan. Ayahnya, almarhum Dedi Unadi, merupakan seorang prajurit TNI AD berpangkat Sersan Kepala (Serka). Masa remajanya diuji oleh ketatnya kondisi ekonomi, terlebih saat sang ayah meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas ketika Agus masih duduk di bangku SMA. Kehilangan tulang punggung keluarga memaksa mereka bertahan hidup dengan mengandalkan uang pensiunan yang amat terbatas.
Keinginan kuat untuk melanjutkan pengabdian sang ayah membuat Agus memutuskan mendaftar ke Sekolah Calon Bintara (Secaba) AD. Namun, langkah pertamanya harus terhenti lantaran ia dinyatakan tidak lulus seleksi.
Pantang menyerah pada kegagalan, Agus bangkit dan mencoba jalur Akademi Militer. Tekad dan kerja kerasnya membuahkan hasil manis ketika ia berhasil menembus seleksi Akabri dengan predikat peserta terbaik kedua di Jawa Barat, hingga akhirnya lulus pada tahun 1991 dari kecabangan Infanteri Baret Merah Kopassus.
Karier militernya terus menanjak melalui berbagai penugasan strategis, mulai dari Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres), Panglima Kodam III/Siliwangi, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), hingga diangkat menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).
Puncak perjalanannya terukir saat ia resmi dilantik oleh Presiden RI menjadi Panglima TNI ke-23. Perjalanan hidup sang Jenderal yang penuh determinasi dari rumah sederhana di Cimahi hingga ke puncak pimpinan militer ini kini menjadi inspirasi luas bagi generasi muda Indonesia.
Sumber: Wikipedia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *