Washington,REDAKSI17.COM – Netanyahu menyampaikan informasi intelijen Israel yang mengindikasikan Iran tengah berupaya membangun kembali program nuklirnya, termasuk kemungkinan menggunakan fasilitas Pickaxe Mountain untuk kegiatan pengayaan uranium, menurut Axios Merve Aydogan.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan membahas kemungkinan operasi militer besar-besaran terhadap Iran menjelang pemilu di kedua negara, meskipun Gedung Putih membantah adanya pembicaraan untuk melanjutkan perang.
Menurut laporan situs berita Axios pada Selasa (13/10), pembicaraan tersebut berlangsung sebelum Trump secara terbuka menyatakan bahwa AS tidak akan menyerang Iran menjelang pemilu sela pada November.
Laporan yang mengutip dua pejabat AS dan sejumlah sumber lain yang mengetahui pembicaraan itu menyebutkan bahwa Netanyahu menyampaikan informasi intelijen Israel yang mengindikasikan Iran sedang berupaya membangun kembali program nuklirnya.
Menurut salah satu sumber, upaya tersebut diduga mencakup kemungkinan penggunaan fasilitas Pickaxe Mountain untuk memperkaya uranium.
Namun, seorang pejabat Gedung Putih membantah laporan bahwa kedua pemimpin membahas kemungkinan melanjutkan perang dengan Iran.
Pejabat tersebut menyebut laporan itu “tidak benar” dan menegaskan bahwa Trump telah mengesampingkan kemungkinan serangan terhadap Iran sebelum pemilu sela AS pada November.
Meski demikian, sejumlah sumber mengatakan militer AS dan Israel masih dalam kondisi siaga serta tengah menyelesaikan persiapan untuk mengantisipasi kemungkinan Trump mengubah keputusannya.
Seorang pejabat AS menggambarkan sikap Trump sebagai belum memberikan kepastian. Menurut pejabat tersebut, Trump meminta Netanyahu melakukan persiapan tanpa memberikan komitmen untuk melancarkan serangan.
Axios juga melaporkan adanya perbedaan pandangan di antara para penasihat Trump mengenai kemungkinan dimulainya kembali operasi militer terhadap Iran.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dan jajaran pimpinan Komando Pusat AS (CENTCOM) disebut menjadi pihak yang paling kuat mendorong serangan baru.
Sementara itu, sebagian besar penasihat Trump lebih memilih melanjutkan sanksi dan tekanan ekonomi terhadap Teheran daripada kembali menggunakan kekuatan militer.
Dalam pembicaraan terpisah, Kepala Staf Militer Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir dilaporkan memperingatkan Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine mengenai dampak kemungkinan pecahnya kembali pertempuran.
Zamir mengatakan bahwa jika pertempuran kembali terjadi dalam tiga pekan mendatang, pemilu Israel yang dijadwalkan pada 27 Oktober berpotensi ditunda karena kemungkinan serangan balasan rudal dari Iran.
Sementara itu, para mediator Qatar dilaporkan masih menunggu tanggapan Iran terhadap usulan balasan terbaru yang diajukan AS dalam proses diplomasi antara kedua negara.