Gaza,REDAKSI17.COM – Seorang perempuan Palestina berusia 33 tahun tewas dan dua orang lainnya, termasuk seorang anak perempuan, terluka setelah serangan udara Israel menghantam sebuah bangunan tempat tinggal di kawasan Rimal, Kota Gaza, pada Rabu dini hari.
Seorang perempuan Palestina tewas dan dua orang lainnya, termasuk seorang anak perempuan, terluka akibat serangan udara Israel yang menghantam sebuah bangunan tempat tinggal di Kota Gaza pada Rabu (14/10) dini hari, di tengah berlanjutnya pelanggaran gencatan senjata.
Seorang sumber medis di Rumah Sakit Al-Shifa mengatakan kepada Anadolu bahwa jenazah Reem Asaad Awad (33) bersama dua korban luka dibawa ke rumah sakit setelah serangan udara menghantam sebuah bangunan tempat tinggal di kawasan Rimal.
Menurut sumber tersebut, serangan itu menyebabkan kerusakan parah pada apartemen yang menjadi sasaran serta bangunan-bangunan di sekitarnya.
Kebakaran besar juga terjadi setelah serangan tersebut, sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh petugas pertahanan sipil.
Sementara itu, sejumlah saksi mata mengatakan kendaraan militer Israel dan drone jenis quadcopter melepaskan tembakan secara intensif ke arah rumah-rumah warga Palestina di kawasan Tuffah, timur laut Kota Gaza.
Militer Israel juga dilaporkan menjatuhkan sejumlah bahan peledak di Jalan Al-Sikka dan wilayah sekitarnya.
Secara terpisah, sejumlah sumber melaporkan bahwa tentara Israel melakukan operasi penghancuran besar-besaran dengan meledakkan rumah-rumah di wilayah tempat pasukannya ditempatkan di sebelah timur Kota Gaza.
Di Jalur Gaza bagian tengah, para saksi mata melaporkan bahwa kendaraan militer dan buldoser Israel bergerak memasuki wilayah di luar kawasan yang berada di bawah kendali tentaranya, di sebelah timur Deir al-Balah.
Tembakan juga menghantam rumah-rumah warga di sepanjang Jalan Salah al-Din, sebelah timur Deir al-Balah, sehingga menimbulkan kepanikan di kalangan penduduk.
Tidak ada korban luka maupun korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden tersebut.
Selain itu, serangan artileri Israel menghantam sejumlah wilayah di timur laut kamp pengungsi Bureij, Jalur Gaza bagian tengah.
Sebuah drone Israel juga dilaporkan menjatuhkan bahan peledak ke sebuah tenda, tetapi tidak ada korban luka yang dilaporkan.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, berbagai pelanggaran Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku pada Oktober 2025 telah menewaskan sedikitnya 1.498 warga Palestina dan melukai 5.306 lainnya.
Sejak Oktober 2023, lebih dari 74.000 warga Palestina tewas dan lebih dari 175.000 lainnya terluka akibat serangan Israel di Jalur Gaza yang disebut sebagai genosida.
Sekitar 90 persen infrastruktur di wilayah kantong Palestina tersebut juga dilaporkan mengalami kerusakan atau hancur.