Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) DIY terus mendorong pemanfaatan pangan lokal bergizi sebagai upaya menekan angka stunting. Semangat tersebut menjadi fokus utama dalam Lomba Kreasi Menu Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) Bergizi bertajuk “SUN Kreasi Lahap Makan: Dengan SUN dan Pangan Lokal” yang diikuti puluhan anggota TP PKK DIY di Pendapa Wiyatapraja, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (14/10).
Ditemui seusai kegiatan, Wakil Ketua TP PKK DIY, GKBRAA Paku Alam, mengapresiasi kegiatan yang memadukan edukasi dan kreasi menu sehat tersebut. Menurutnya, pemenuhan gizi seimbang bagi anak selama masa MPASI perlu mengutamakan bahan pangan lokal yang mudah dijangkau, tetapi tetap kaya nutrisi. Terlebih, angka stunting di tingkat nasional yang masih menjadi perhatian memerlukan upaya bersama dari berbagai pihak.
Melalui kegiatan ini, kreativitas orang tua diharapkan semakin berkembang dalam mengolah pangan lokal menjadi menu yang beragam dan aman bagi anak. Dengan demikian, anak-anak dapat makan dengan lahap sehingga kebutuhan gizinya terpenuhi.
“Harapan saya anak-anak makan makanan yang bergizi tinggi, seimbang, beragam, dan juga aman biar anak-anak tidak stunting. Semoga dengan digelarnya acara untuk makanan kreatif ini, anak-anak bisa lahap makannya dengan makanan-makanan lokal yang bergizi dan anak-anak tidak stunting lagi,” tuturnya.
Lebih lanjut, Gusti Putri berpesan kepada para orang tua di DIY agar senantiasa sabar dan telaten dalam menyediakan asupan harian bagi buah hati. “Semoga ibu-ibu tidak jenuh untuk memberi makan anak-anak yang bergizi, dan selalu harus mempunyai tekad serta kebijaksanaan untuk anak-anak kita, biar anak-anak kita cerdas, sehat, dan pintar sekolah,” tutupnya.
Pada kesempatan yang sama, Medical Marketing Manager PT Indofood Nutrition and Special Food Division, Etyk Sri Hartuti, menjelaskan bahwa DIY menjadi provinsi ketujuh dalam rangkaian kegiatan yang diselenggarakan di sembilan provinsi di Indonesia. Kader PKK menjadi salah satu sasaran kegiatan karena berinteraksi langsung dengan para ibu balita melalui posyandu.
Beragam kreasi menu MPASI berbahan pangan lokal khas DIY dihadirkan dalam kegiatan ini, mulai dari olahan gudeg hingga daun kelor akan dianalisis kandungan gizinya oleh ahli gizi untuk menghitung angka kecukupan gizinya. Selanjutnya, resep-resep hasil kreasi peserta akan dibukukan agar dapat diakses dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
Dalam lomba tersebut, Tim PKK Sleman yang beranggotakan Daru Prasetiawati, Mujiati, dan Nestiti berhasil meraih juara pertama melalui inovasi menu MPASI berbahan dasar ubi ungu lokal yang dipadukan dengan produk nutrisi SUN. Tim PKK Sleman selanjutnya akan mewakili DIY dalam kompetisi tingkat nasional. Daru mengungkapkan bahwa pemilihan ubi ungu didasarkan pada ketersediaan komoditas tersebut yang melimpah di Sleman serta kandungan gizinya yang dinilai baik bagi anak.
“Selain memiliki kadar gula yang aman, kulit ubi ungu juga mengandung antioksidan yang efektif menunjang daya tahan tubuh anak,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, ia berharap lomba serupa dapat terus diselenggarakan dengan dukungan fasilitas yang memadai. Selain itu, para peserta diharapkan mampu menerapkan sekaligus membagikan contoh kreasi menu MPASI berbahan pangan lokal kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.
Humas Pemda DIY