Gondokusuman,REDAKSI17.COM – Festival Inovasi Jogja 2026 resmi dibuka di Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Selasa (13/10/2026). Memasuki penyelenggaraan tahun ke-10, festival ini menghadirkan 30 karya inovasi dari organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota Yogyakarta hasil kurasi dari 136 produk inovasi. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi untuk memperkenalkan inovasi pelayanan publik sekaligus mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan berdampak bagi masyarakat.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Yogyakarta, Kadri Renggono, menyampaikan kolaborasi menjadi kunci untuk mengembangkan inovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, pemerintah memiliki keterbatasan dalam berbagai aspek sehingga membutuhkan kerja sama dengan perguruan tinggi, komunitas, pelaku bisnis, dan media.

“Pemerintah juga punya keterbatasan, baik dari sisi daerah, sumber daya manusia, anggaran, dan sebagainya. Namun, kalau kita bisa berkolaborasi dengan berbagai pihak, tentu ini akan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” ujarnya.

Pembukaan Festival Inovasi Jogja 2026.

Kadri menambahkan, Festival Inovasi Jogja merupakan salah satu bentuk kolaborasi yang turut memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-270 Kota Yogyakarta. Berbagai agenda peringatan tidak hanya diselenggarakan pemerintah, tapi juga melibatkan banyak pihak untuk memperkuat sinergi dan mengembangkan potensi kota.

Ia juga menyoroti kerja sama Pemerintah Kota Yogyakarta dengan perguruan tinggi yang terus dikembangkan. Saat ini, Pemkot Yogyakarta telah menjalin kerja sama dengan sekitar 47 hingga 49 perguruan tinggi, dengan sejumlah kerja sama masih dalam tahap pembahasan maupun proses pelaksanaan.

“Kami berusaha untuk terus belajar, karena dengan perguruan tinggi ada kesempatan untuk menjadi lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.

Inovasi Layanan Kegawatdaruratan PSC 119 YES.

Rektor UKDW, Wiyatiningsih, mengatakan Festival Inovasi Jogja 2026 tidak hanya menghadirkan pameran karya inovasi, namun juga seminar, diskusi, dan layanan publik yang dapat diakses langsung oleh masyarakat. Berbagai kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Oktober 2026, pukul 09.00 hingga 15.00 WIB.

Menurutnya, festival ini sekaligus menjadi momentum kolaborasi antara Pemerintah Kota Yogyakarta dan UKDW yang sama-sama memperingati hari jadi pada Oktober. UKDW tahun ini memasuki usia ke-64, sedangkan Kota Yogyakarta merayakan hari jadi ke-270.

Wiyatiningsih mengajak seluruh pihak memanfaatkan festival tersebut untuk saling bertukar gagasan, membangun jejaring, serta menjajaki peluang kerja sama yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

Salah satu pengunjung, Donny Surya Megananda, menilai inovasi yang dipamerkan menarik karena berorientasi pada kemudahan masyarakat mengakses layanan pemerintah.

Ia mencontohkan inovasi layanan kegawatdaruratan PSC 119 YES yang dapat diperkuat melalui pelatihan pertolongan pertama, termasuk penanganan henti jantung sebelum petugas tiba di lokasi. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk membantu masyarakat memanfaatkan waktu krusial dalam situasi darurat.

Layanan Perpustakaan Anak Pevita.

Selain itu, ia menilai inovasi di bidang perizinan dan pembayaran parkir menggunakan sistem QRIS juga dapat membantu mengatasi persoalan yang selama ini dirasakan masyarakat. Digitalisasi layanan diharapkan membuat proses lebih sederhana sekaligus meningkatkan transparansi transaksi.

“Pada intinya, inovasi-inovasi ini untuk memudahkan masyarakat, baik dalam mengakses layanan pemerintah, mengurus perizinan, maupun melakukan pembayaran,” jelasnya.

Melalui Festival Inovasi Jogja 2026, Pemerintah Kota Yogyakarta berharap berbagai inovasi yang telah dikembangkan tidak berhenti pada tahap pameran, dapat terus diperbaiki, diterapkan, dan diperluas manfaatnya. Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat diharapkan mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin responsif serta mendorong kemajuan Kota Yogyakarta yang berkelanjutan.