“Ini yang bikin nama Gibran malah semakin naik kepermukaan, karena berita buruk justru efeknya positif dalam pikiran rakyat,” ujar Dedy, dikutip Senin (19/10/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Dedy saat menanggapi perbincangan publik mengenai Gibran, termasuk perbandingan dirinya dengan sejumlah wakil presiden terdahulu, seperti Mohammad Hatta, Tri Sutrisno, dan BJ Habibie.
Dedy menegaskan, framing negatif maupun ejekan tidak serta-merta membuat popularitas Gibran menurun. Ia menilai, intensitas pembicaraan publik justru dapat memperluas pengenalan masyarakat terhadap sosok orang nomor dua di Indonesia tersebut.








