Beranda / Aneka Warna / Cupu Kyai Panjala

Cupu Kyai Panjala

Cupu Kyai Panjala (sering disebut Panjala atau Panjolo) adalah tiga buah guci/cawan kecil berpetuah yang dibungkus dengan ratusan lembar kain mori putih. Benda sakral ini disimpan di dalam peti kayu khusus dan dirawat secara turun-temurun oleh ahli waris trah keluarga Kyai Panjala di Padukuhan Mendak, Kalurahan Girisekar, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. 
Masyarakat Jawa, khususnya di wilayah Gunungkidul, mengenal ritual tahunan yang dinamakan Upacara Buka Cupu Kyai Panjala. Tradisi adat ini rutin digelar setiap menjelang musim tanam (sekitar bulan Oktober). Saat kain pembungkus dibuka lapis demi lapis, tanda, bercak, gambar, atau benda asing yang muncul pada kain mori tersebut dipercaya menjadi simbol ramalan atau gambaran peristiwa (politik, sosial, pertanian, dan bencana) yang akan menimpa bangsa Indonesia selama satu tahun ke depan. 
Tiga Jenis Cupu Kyai Panjala

Di dalam peti tersebut, terdapat tiga cupu dengan nama dan simbolisme status sosial yang berbeda-beda: 

  • Cupu Semar Tinandhu: Cupu berukuran paling besar, menggambarkan kondisi para penguasa, pejabat tinggi, dan pemerintahan.

  • Cupu Palang Kinantang: Cupu berukuran sedang, menggambarkan kehidupan masyarakat kelas menengah ke bawah.

  • Cupu Kenthiwiri: Cupu berukuran paling kecil, menggambarkan kehidupan masyarakat jelata atau rakyat kecil. 

Asal-Usul Singkat

Menurut legenda masyarakat setempat, cupu-cupu tersebut awalnya ditemukan oleh Eyang Seyek (Kyai Panjala) secara tidak sengaja ketika ia sedang menjala (menjaring) ikan di laut. Karena Eyang Seyek tidak menikah dan tidak memiliki anak, benda berpetuah ini diwariskan kepada garis keturunan saudara kandungnya dan kini dirawat di rumah salah satu ahli warisnya, Dwijo Sumarto. 

Awalnya, tradisi ini murni digunakan oleh para petani lokal sebagai pedoman atau isyarat masa tanam pertanian (mongso kapapat). Namun seiring waktu, ritual ini berkembang menjadi warisan budaya takbenda yang dinanti-nanti masyarakat luas untuk melihat simbol ramalan kondisi nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *