Jakarta,REDAKSI17.COM – Miftachul Akhyar yang kini menjabat Rais Aam Syuriah PBNU dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang menjabat Wakil Ketua Umum PBNU dikabarkan mensomasi Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, putra salah seorang ulama pendiri Nahdlatul Ulama KH Abdul Chalim Leuwimunding. Bahkan kabarnya mereka telah melaporkan Kiai Asep pada Bareskrim Polri.
Kiai Asep memang melakukan peringatan dan kritik keras agar tidak terjadi risywah baik menjelang maupun saat Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang Jawa Timur pada 27 – 31 Agustus 2026. Harapannya agar NU yang didirikan Hadratussyaikh KH Muhamamd Hasyim Asy’ari dan KH Abdul Wahab Hasbullah serta ulama lain, termasuk KH Abdul Chalim, yang tak lain ayahanda Kiai Asep itu, tak dikotori oleh praktik risywah atau money politics yang secara syariat jelas haram dan merusak marwah NU serta integritas para pengurus NU.
Lalu apa respons Kiai Asep atas somasi Kiai Miftah dan Gus Ipul itu? Kiai yang memiliki puluhan ribu santri itu hanya tersenyum. Ia justeru sibuk mencari keluarga KH Hasan Gipo, konglomerat besar yang oleh Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari dipercaya sebagai Ketua Tanfidziyah PBNU pertama pada 1926.
“Ya, alhamdulillah, keluarga Kiai Hasan Gipo sudah kita ketemukan,� ujar Kiai Asep kepada BANGSAONLINE Ahad, 18 Oktober 2026 malam.
Hasan Gipo adalah Ketua HBNO atau PBNU pertama. Hasan Gipo menjabat Ketua Tanfidziyah atau Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sejak 1926 sampai 1934. Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari sebagai Rais Akbar atau pemimpin tertinggi. Katib Awal KH Abdul Wahab Hasbullah, sedangkan Katib Tsaninya adalah KH Abdul Chalim, ayahanda Kiai Asep Saifuddin Chalim.
Keluarga Hasan Gipo itu kemudian diundang ke kediaman Kiai Asep di Surabaya. Pantauan BANGSAONLINE, dzurriyah atau keturunan Hasan Gipo itu diantar oleh beberapa orang kerabat untuk bertemu Kiai Asep.








