Beranda / Nasional Dan Internasional / Macron Cap Trump Bodoh sampai Malaysia Sentil Karhutla Pakai Basa Jawa

Macron Cap Trump Bodoh sampai Malaysia Sentil Karhutla Pakai Basa Jawa

Jakarta,REDAKSI17.COM— Demonstrasi di Prancis sampai keluhan negara tetangga Indonesia soal asap kebakaran hutan dan lahan masih menjadi sorotan pada Kamis (22/10).
Berikut kilas berita internasional:

Macron Sebut Trump & Pemimpin Lain ‘Bodoh’ Ikut Komentari Demo Prancis
Presiden Emmanuel Macron menuduh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan sejumlah pemimpin negara lain melontarkan “komentar bodoh” mengenai demonstrasi di Prancis.

Menurut Macron pernyataan-pernyataan itu diucapkan hanya demi keuntungan politik.

Macron tak menyebut nama secara spesifik, namun menyatakan bahwa “manipulasi informasi” pasca-kerusuhan yang pecah pada Sabtu (17/10) telah memicu “komentar yang tidak dapat diterima sekaligus bodoh dari banyak pihak, termasuk para pemimpin asing”. Saat ditanya apakah yang dimaksud adalah Donald Trump, Macron menjawab: “Termasuk dia.”

Presiden Amerika Serikat (AS)Donald Trump memperingatkan “sesuatu akan terjadi dalam waktu dekat”, setelah negosiasi damai dengan Iran berjalan mandek.

Dalam pernyataan kepada wartawan di South Carolina pada Rabu (21/10), Trump mengatakan saat ini tidak ada perundingan yang sedang dilakukan oleh AS dan Iran. Sejalan dengan itu, ia memberi sinyal bahwa “sesuatu” akan terjadi dalam waktu dekat.

“Tidak, saya rasa kami tidak sedang bernegosiasi,” kata Trump saat menghadiri kampanye di South Carolina, seperti dikutip Anadolu Agency.

Anggota DPR Malaysia Kritik Kabut Asap Karhutla RI Pakai Bahasa Jawa
Anggota parlemen Malaysia dari partai oposisi, Kalam Salan, menyentil persoalan kabut asap kebakaran hutan dan lahan Indonesia dalam rapat parlemen menggunakan bahasa Jawa, Rabu (21/10).

Mewakili daerah pemilihan Sabak Bernam dari Partai Bersatu (Bersatu), Kalam, membacakan pesannya yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto itu dalam bahasa Jawa di depan majelis rapat.

Ia berharap pesannya dalam bahasa Jawa ini dapat lebih dipahami para pemangku kepentingan di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *