Jakarta,REDAKSI17.COM – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031 resmi dilantik oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar di Pondok Pesantren Al-Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (24/10/2026).
Rais Aam membaiat kepengurusan baru PBNU di atas panggung dengan didampingi Ketua Umum dan tujuh Wakil Ketua Umum PBNU lainnya. Sementara itu, pengurus lainnya berdiri di depan panggung sehingga berhadapan dengan jajaran pimpinan.
Sebelum memulai baiat, Kiai Miftach menjelaskan bahwa baiat merupakan ikrar yang memiliki makna spiritual dan memperkuat janji setia dalam menjalankan amanah organisasi. “Yang harus kita cermati, baiat adalah inisiasi spiritual, janji setia. Baiat merupakan pembaruan, penguatan terhadap janji setia tersebut,� katanya.
Kiai Miftach mengawali prosesi baiat dengan membaca Basmalah, Al-Qur’an Surat An-Nisa’ Ayat 58 (Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada pemiliknya. Apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah kamu tetapkan secara adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang paling baik kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat).
Lalu Rais Aam mengutip penggalan hadits Nabi Muhammad riyawat Imam Bukhari …â€�kullukum ra’in wa kullukum mas’ulun ‘an ra’iyyatih (…setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya atas yang dipimpin…).
Kemudian Rais Aam membaca dua kalimat syahadat dilanjutkan dzikir “Radhitu billahi rabba, wabil islaamidina, wabi Muhammadin nabiyya wa rasulla� (Aku ridha Allah SWT sebagai Tuhanku, dan Islam sebagai agamaku, dan Muhammad saw sebagai Nabi dan Rasulku), dilanjutkan pembacaan ikrar yang diikuti oleh seluruh pengurus PBNU.







