Beranda / Tokoh / Profil Probosutedjo

Profil Probosutedjo

Probosutedjo adalah salah satu tokoh pengusaha yang terkenal di era Orde Baru. Ia merupakan salah satu bagian dari lingkaran keluarga Cendana yang sukses di bidang tanaman industri.

Ia juga dikenal sebagai salah satu sosok yang sangat peduli pada dunia pendidikan.

Dengan membawa mimpi ingin memberikan fasilitas pendidikan yang baik untuk semua orang, ia mendirikan Universitas Mercu Buana pada 22 Oktober 1985.

Biodata Probosutedjo

  • Nama lengkap: Probosutedjo
  • Tempat, tanggal lahir: Yogyakarta, 1 Mei 1930
  • Wafat: Jakarta, 26 Maret 2018
  • Orang tua: Atmopawiro Prawirordiyo dan Sukirah Atmosudiro
  • Pasangan: Ratmani
  • Anak-anak: 6
  • Relasi: Kertosoediro (ayah tiri), Soeharto (kakak tiri), Siti Hartinah (kakak ipar), Siti Hardijanti Rukmana (keponakan), Sigit Harjojudanto (keponakan), Bambang Trihatmodjo (keponakan), Siti Hediati Harijadi (keponakan), Hutomo Mandala Putra (keponakan), Siti Hutami Endang Adiningsih (keponakan)
  • Pekerjaan: Pengusaha

Probosutedjo adalah seorang pengusaha yang terkenal di era Orde Baru. Ia juga dikenal sebagai adik tiri dari Presiden RI Ke-2 Soeharto.

Meski sering disinggung sebagai “adik tiri�, Probo justru lebih nyaman menyebut Soeharto sebagai saudara kandung karena terlahir dari rahim ibu yang sama, meski berbeda bapak.

Berdasarkan catatan sejarah, Soeharto lahir dari pasangan Kertorejo dan Soekirah, ibunda dari Probosutedjo.

Namun, pernikahan sang ibu dengan suami pertamanya hanya seumur jagung. Tidak lama setelah Soeharto lahir, sang ibu menikah lagi dengan Atmopawiro Prawirordiyo.

Dari pernikahan ini, ibunda melahirkan tujuh anak termasuk Probosutedjo.

Sosok Probosutedjo Semasa Hidup

Semasa hidupnya, Probosutedjo dikenal sebagai pengusaha sukses PT Menara Hutan Buana dan PT Wonogung Jinawi.

Sayang, di masa kejayaannya, ia terjerat kasus dana reboisasi hutan tanaman industri senilai Rp100,931 miliar dan divonis empat tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 22 April 2003.

Dalam kasus tersebut, Probosutedjo membayar uang pengganti sebesar Rp100,9 miliar pada 5 Januari 2006.

Probo juga menjalani hukuman pidananya di LP Sukamiskin, Bandung, hingga menerima pembebasan bersyarat pada 12 Maret 2008.

Selama mendekam di penjara, Probo mendapatkan ide cemerlang untuk mengembangkan bisnis padi organik tanpa bahan kimia.

Tidak lama setelah bebas dari penjara, Probo langsung merintis bisnis padi organik melalui PT Tedja Kencana Tani Makmur.

Di luar kiprahnya sebagai seorang pengusaha, Probosutedjo juga dikenal sebagai pendiri Universitas Mercu Buana dan penggagas pendirian Museum Memorial Jenderal Besar HM Soeharto di Yogyakarta.

Probosutedjo juga sempat mencicipi dunia politik dan sempat menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar pada 1999.

Probosutedjo meninggal dunia pada 26 Maret 2018 di usia 87 tahun akibat penyakit kanker tiroid yang dideritanya selama 20 tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *