Gedong Tengen,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta berkolaborasi bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta menyelenggarakan Sarkem Fest 2026. Acara ini dimulai pada tanggal 24–31 Oktober 2026 di sepanjang kawasan pinggir jalan Pasar Kembang, Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-270 Kota Yogyakarta, sekaligus menghadirkan ruang kolaborasi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), seniman, komunitas, serta insan pariwisata.
Sarkem Fest 2026 mengusung semangat “Lintas Waktu Malioboro” dengan tagline “Cerita Kereta, Rasa, dan Karya”. Acara tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori.
Dalam sambutannya, Budi Santosa menjelaskan, tema “Lintas Waktu Malioboro” memiliki makna tersendiri karena kawasan Malioboro dan Pasar Kembang menyimpan banyak cerita perjalanan Kota Yogyakarta. Di mana kawasan ini menjadi salah satu titik perlintasan wisatawan yang datang maupun berangkat menggunakan kereta api, sekaligus ruang perjumpaan masyarakat dengan berbagai dinamika sosial dan budaya.
“Tema Lintas Waktu Malioboro ini menarik karena kawasan Malioboro, termasuk Pasar Kembang, menyimpan begitu banyak cerita. Tempat perlintasan para wisatawan yang naik maupun turun kereta. Sebagai ruang perjumpaan, tentu saja ada banyak dinamika yang terjadi di kawasan Pasar Kembang,” jelas Budi Santosa Asrori saat membuka Sarkem Fest 2026, Sabtu (24/10).
Ia menambahkan, unsur cerita, rasa, dan karya dalam Sarkem Fest menjadi sarana untuk mempertemukan kekayaan kuliner Yogyakarta dan sekitarnya, sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi UMKM untuk berkembang dengan memanfaatkan potensi pariwisata.
Ia berharap, penyelenggaraan Sarkem Fest dapat mendorong semangat bersama dalam memajukan pariwisata Kota Yogyakarta. “Saya berharap Sarkem Fest menjadi ruang kolaborasi yang terus berkembang antara pemerintah, KAI, dunia usaha, pelaku pariwisata, UMKM, komunitas, seniman, dan masyarakat. Karena wajah Yogyakarta tidak dibangun oleh satu pihak. Kota ini tumbuh karena banyak orang mau bergerak bersama,” imbuhnya.
Sarkem Fest 2026 menghadirkan beragam kegiatan yang memadukan potensi ekonomi kreatif, seni, budaya, dan pariwisata. Pada sektor kuliner, festival ini menghadirkan bazar makanan dan minuman dari anggota binaan Koperasi Konsumen Mitra Pedagang Nusantara. Selain itu, pengunjung dapat menikmati pameran produk industri kreatif dan kerajinan dari Koperasi Pemasaran Formekers Kriya Utama.
Tak hanya itu, di bidang seni, kegiatan diisi dengan pameran seni rupa serta aktivitas melukis langsung bersama seniman Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Pengunjung juga dapat menyaksikan kegiatan sketsa dan melukis yang mengabadikan keindahan Stasiun Tugu sebagai salah satu ikon transportasi dan bagian dari sejarah perkembangan Kota Yogyakarta.
Suasana festival semakin semarak melalui pertunjukan seni yang digelar setiap hari, di antaranya musik keroncong “Biru Malam”, musik etnik Empu Jaya, serta pertunjukan jazz bersama Pejazztrian.
Sementara itu, Supervisor Sarkem Fest 2026, Arif Efendi menjelaskan, bahwa penyelenggaraan festival ini merupakan bagian dari upaya memeriahkan HUT ke-270 Kota Yogyakarta dengan mengangkat sektor pariwisata melalui berbagai kegiatan yang melibatkan UMKM, industri kreatif, budaya, dan musik.
Pihaknya berharap, festival tersebut dapat diselenggarakan secara berkelanjutan setiap tahun sehingga wisatawan memiliki lebih banyak pilihan kegiatan ketika berkunjung ke Yogyakarta pada Oktober.
“Sarkem Fest lahir dari keinginan untuk memperluas perhatian publik terhadap potensi positif kawasan Pasar Kembang. Selama ini, nama Sarkem kerap dikaitkan dengan stigma negatif di ruang publik, termasuk media sosial. Melalui kegiatan budaya, pariwisata, hiburan, dan pemberdayaan UMKM, pihak penyelenggara ingin memperkenalkan sisi lain kawasan tersebut kepada masyarakat luas,” ujarnya.

Menurutnya, upaya yang dilakukan bukan sekadar mengubah persepsi, melainkan menghadirkan aktivitas positif yang dapat memperkuat daya tarik kawasan sebagai bagian dari tujuan wisata Kota Yogyakarta. “Kami ingin ketika masyarakat membuka media sosial dan mencari tentang Sarkem, yang muncul juga kegiatan budaya, pariwisata, hiburan, dan UMKM. Ada potensi positif yang bisa kita angkat bersama,” jelas Arif.
Melalui Sarkem Fest 2026, kawasan Pasar Kembang diharapkan semakin dikenal sebagai ruang perjumpaan yang menawarkan pengalaman kuliner, seni, budaya, dan ekonomi kreatif, tanpa meninggalkan jejak sejarah yang melekat pada kawasan tersebut.





