
Jetis,REDAKSI17.COM-Kota Yogyakarta kembali memiliki tambahan destinasi pariwisata baru dengan hadirnya Oase Malioboro. Kawasan yang mengusung konsep Cultural Creative Park tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat rekreasi bagi wisatawan, tetapi juga berkembang sebagai ruang terbuka untuk mempertemukan kreativitas, budaya, komunitas, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Soft opening Oase Malioboro dihadiri Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, pada Sabtu malam (31/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Wawan menyambut baik kehadiran Oase Malioboro sebagai salah satu alternatif destinasi wisata baru yang dapat memperkaya daya tarik pariwisata Kota Yogyakarta.
Menurutnya, kehadiran destinasi baru ini menjadi bagian dari perkembangan sektor pariwisata Yogyakarta yang selama ini dikenal memiliki kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat. Pemerintah Kota Yogyakarta pun mendukung hadirnya ruang-ruang baru yang mampu mengakomodasi berbagai potensi lokal sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan.
“Oase Malioboro menjadi wajah pariwisata yang baru untuk Kota Yogyakarta. Tentu Pemerintah Kota Yogyakarta sangat mendukung hadirnya destinasi baru ini yang pada malam hari ini melaksanakan soft opening. Kami berharap kawasan ini juga menjadi ruang yang memiliki muatan budaya,” ungkap Wawan.
Pihaknya berharap Oase Malioboro tidak hanya menjadi tempat yang dikunjungi wisatawan, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Salah satunya dengan membuka kesempatan bagi seniman, budayawan, komunitas kreatif, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal untuk berpartisipasi dan menampilkan potensi yang dimiliki.
Menurut Wawan, keberadaan ruang kolaborasi seperti Oase Malioboro memiliki peluang untuk mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam satu kawasan. Dengan demikian, aktivitas pariwisata tidak hanya berorientasi pada kunjungan wisatawan, tetapi juga dapat mendorong tumbuhnya kreativitas, pelestarian budaya, dan pergerakan ekonomi masyarakat.
Wawan berharap Oase Malioboro mampu menjadi wadah bagi para pelaku seni dan budaya untuk terus berkarya sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Yogyakarta kepada masyarakat yang lebih luas.
“Keterlibatan UMKM lokal juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian, khususnya bagi usaha-usaha kreatif yang tumbuh di Kota Yogyakarta,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PT AMI, Ir. Priyono Bambang Hernowo, menjelaskan bahwa Oase Malioboro dikembangkan dengan konsep Cultural Creative Park. Konsep tersebut menggabungkan unsur kebudayaan, kreativitas, rekreasi, serta aktivitas sosial ekonomi dalam satu kawasan yang terbuka bagi masyarakat.
Menurutnya, Oase Malioboro dirancang bukan sekadar sebagai destinasi rekreasi, melainkan juga sebagai ruang komunal yang mempertemukan masyarakat, wisatawan, komunitas, hingga para pelaku ekonomi kreatif.
Melalui konsep tersebut, pihaknya ingin menghadirkan sebuah kawasan yang memiliki fungsi lebih luas dan dapat dimanfaatkan oleh berbagai kalangan.
“Dengan pendekatan tersebut, kawasan ini diharapkan dapat menjadi ruang interaksi sekaligus tempat bagi masyarakat untuk mengenal, menikmati, dan mengembangkan berbagai bentuk ekspresi budaya,” katanya.
Melalui Oase Malioboro, perpaduan antara pariwisata, budaya, komunitas, dan ekonomi kreatif diharapkan dapat memberikan pengalaman baru bagi wisatawan sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat lokal untuk terlibat secara langsung.





