Penemuan ini memang terdengar dramatis, tapi perlu diluruskan dulu: istilah “oksigen gelap” bukan berarti benar-benar ada proses besar penghasil oksigen tanpa cahaya seperti pengganti fotosintesis. Yang ditemukan para ilmuwan di wilayah Zona Clarion-Clipperton adalah indikasi reaksi kimia dan listrik kecil yang mungkin bisa menghasilkan oksigen dalam kondisi tanpa cahaya—namun masih dalam tahap penelitian awal dan belum jadi konsensus ilmiah.
Di laut dalam, khususnya pada kedalaman sekitar 4.000 meter, terdapat batuan yang disebut nodul polimetalik. Bentuknya mirip kentang dan mengandung logam seperti mangan, nikel, dan kobalt. Para peneliti menemukan bahwa nodul ini bisa memiliki muatan listrik alami akibat reaksi kimia dengan air laut. Dalam kondisi tertentu, muatan ini berpotensi memicu proses elektrolisis—yaitu memecah molekul air (H₂O) menjadi hidrogen dan oksigen tanpa bantuan cahaya matahari.
Namun, penting dipahami bahwa jumlah oksigen yang dihasilkan dari proses ini sangat kecil dan belum tentu cukup untuk mendukung kehidupan kompleks seperti hewan. Selama ini, sumber utama oksigen di Bumi tetap berasal dari fotosintesis yang dilakukan oleh tumbuhan, alga, dan bakteri tertentu. Jadi, penemuan ini tidak menggantikan teori lama, tetapi menambah kemungkinan bahwa ada proses tambahan yang ikut berperan, terutama di lingkungan ekstrem.
Yang membuat penemuan ini menarik adalah dampaknya terhadap pemahaman asal-usul kehidupan. Jika oksigen bisa terbentuk—meski sedikit—di tempat gelap tanpa matahari, maka secara teori lingkungan seperti ini juga bisa mendukung bentuk kehidupan mikroba. Ini membuka peluang baru dalam pencarian kehidupan di tempat lain, misalnya di bulan es seperti Europa atau Enceladus yang memiliki lautan bawah permukaan tanpa cahaya.
Selain itu, temuan ini memicu kekhawatiran soal aktivitas manusia. Nodul polimetalik yang sama juga menjadi target industri pertambangan laut dalam karena kandungan logamnya yang berharga. Jika ternyata nodul ini punya peran penting dalam ekosistem laut dalam—misalnya sebagai sumber energi kimia atau tempat hidup mikroorganisme—maka penambangan besar-besaran bisa merusak ekosistem yang belum sepenuhnya kita pahami.
Kesimpulannya, penemuan ini masih tahap awal tapi sangat penting. Bukan berarti kita harus menulis ulang seluruh teori asal-usul kehidupan, melainkan memperluas pemahaman bahwa proses kimia di Bumi bisa jauh lebih beragam dari yang selama ini kita kira.
Sumber:
Studi dan laporan eksplorasi laut dalam di wilayah Zona Clarion-Clipperton oleh berbagai lembaga riset kelautan internasional
Publikasi ilmiah terkait geokimia nodul polimetalik dan reaksi elektrokimia laut dalam (Nature Geoscience, Frontiers in Marine Science)
Penjelasan konsep elektrolisis dan fotosintesis dari literatur kimia dan biologi dasar.





