KULON PROGO,REDAKSI17.COM – Para petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi YIA Tahun 2026 ikuti pelantikan secara daring oleh Menteri Haji dan Umrah RI pada Jumat (17/04). Turut hadir pada pelantikan di Hotel Novotel Kulon Progo, Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti menegaskan pelayanan prima akan diberikan pada jamaah haji yang berangkat dan pulang melalui embarkasi YIA.
“Tentu semua persiapaan yang dilakukan Kanwil Haji dan Umrah DIY bersama Pemda DIY ini bukan hanya dua bulan tiga bulan saja. Ini (embarkasi YIA) sudah diinisiasi sejak lama, hasil kolaborasi dengan banyak pihak, termasuk bandara YIA sendiri. Dan persiapannya Insha Allah sudah matang semua,” ungkap Made usai pelantikan.
Saat membacakan sambutan Gubernur DIY, Made pun menegaskan, pelantikan hari ini menjadi awal dari amanah besar yang harus diemban para PPIH. Menurutnya, menjadi petugas haji adalah tugas mulia, karena Saudara akan mendampingi para tamu Allah dalam menunaikan ibadah di tanah suci.
“Patut kita syukuri bersama, penyelenggaraan ibadah haji di DIY untuk pertama kalinya, keberangkatan jemaah haji dilakukan melalui Embarkasi YIA. Ini bukan hanya sebuah pencapaian, tapi juga tonggak bersejarah yang membanggakan. Dan Saudara sekalian akan menjadi bagian dari sejarah tersebut,” imbuhnya.
Made menekankan fokus utama petugas adalah menjaga kondisi kesehatan jemaah agar tetap prima selama menjalankan ibadah haji. Hal ini sejalan dengan slogan yang terus digaungkan, yakni berangkat sehat, pulang sehat. Slogan ini menjadi harapan sekaligus komitmen bersama yang diwujudkan dalam setiap aspek pelayanan.
“Karena itu, saya berpesan kepada seluruh petugas agar senantiasa menjaga kesehatan diri masing-masing. Petugas yang sehat akan mampu memberikan pelayanan yang optimal, sigap, dan penuh empati kepada para jemaah. Jangan sampai kita lalai terhadap kondisi diri sendiri, karena pelayanan terbaik hanya dapat diberikan oleh mereka yang dalam keadaan prima,” ungkapnya.
Dalam sambutannya yang disampaikan secara daring, Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf menyinggung embarkasi YIA, yang disebut sebagai embarkasi tanpa asrama pertama di Indonesia. Embarkasi YIA pun dinyatakan sebagai pilot project embarkasi tanpa asrama.
“Kami tentu berharap DIY berhasil menjalankan embarkasi pertamanya tahun ini. Jika memang bagus dan lancar, tentu kami akan membuka kesempatan daerah lain yang ingin menjadi embarkasi tanpa asrama di tahun-tahun selanjutnya,” imbuhnya.
Sebelumnya, Plt Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah DIY, Jauhar Mustofa menjelaskan, tahun ini DIY memperoleh tambahan kuota sebanyak 601 jemaah. Dengan demikian, total kuota yang semula 3.147 meningkat menjadi 3.748 jemaah. Secara keseluruhan, jumlah jemaah yang akan diberangkatkan dari DIY mencapai 3.830 orang, termasuk dukungan 62 petugas kloter yang terdiri dari PPIH dan Petugas Haji Daerah.
“Jemaah haji DIY tahun ini terbagi dalam 11 kelompok terbang (kloter). Dengan fasilitas embarkasi berbasis hotel, jemaah dapat beristirahat dengan lebih baik sebelum terbang ke Arab Saudi. Ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan haji secara keseluruhan,” imbuhnya.
HUMAS DIY





