Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Paguyuban Panatacara Yogyakarta (PPY) berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan profesionalisme para anggotanya sebagai garda terdepan pelestari adat di masyarakat. Selain rutin menggelar pelatihan di tingkat kabupaten dan kota, PPY kini tengah menyiapkan program sertifikasi profesi guna memastikan setiap panatacara memiliki standar kompetensi yang mumpuni dalam menjalankan tugasnya.
Komitmen tersebut disampaikan para pengurus PPY usai beraudiensi dengan Wakil Gubernur DIY, Paku Alam X, di Gedhong Pare Anom, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Jumat (17/04). Dalam pertemuan tersebut, Sri Paduka memberikan arahan agar panatacara tidak sekadar menjadi pembawa acara, tetapi juga berperan aktif mengedukasi masyarakat terkait filosofi dan tata cara adat yang benar guna mencegah pergeseran nilai budaya.
Ketua PPY, Faizal Noor Singgih, menjelaskan bahwa beban moral seorang panatacara jauh lebih besar dibandingkan dengan Master of Ceremony (MC) pada umumnya. “Kanjeng Gusti tadi menekankan bahwa di tengah situasi yang terus berubah, panatacara harus bisa memberikan edukasi terkait adat dan tradisi kepada masyarakat yang sering kali melaksanakan upacara secara swadaya,” Faizal.
Faizal menjelaskan bahwa beban moral seorang panatacara lebih besar dibandingkan dengan Master of Ceremony (MC) umum. Hal ini dikarenakan panatacara bertanggung jawab memastikan jalannya upacara adat sesuai pakem, sekaligus memberi pemahaman kepada warga mengenai makna di balik setiap prosesi yang dilaksanakan.
Menanggapi tingginya kebutuhan masyarakat di daerah terhadap pengetahuan upacara adat, PPY berkomitmen untuk terus meningkatkan frekuensi pelatihan dan sarasehan. Faizar mencatat bahwa banyak warga yang melaksanakan upacara adat secara swadaya namun masih memerlukan bimbingan teknis agar sesuai dengan tata cara yang benar.
“Kami mengajak seluruh rekan panatacara, baik yang sudah bergabung di paguyuban maupun belum, untuk bersama-sama mengedepankan adat dan tradisi yang leres (benar). Harapannya, budaya di DIY tetap terjaga kemurniannya meskipun zaman berkembang,” tutur Faizal.
Sementara itu, Wakil Ketua PPY, Yulianto, mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti arahan Wagub DIY, untuk melakukan peningkatan profesionalisme anggota. Salah satu poin penting yang menjadi sorotan adalah wacana standarisasi melalui sertifikasi profesi bagi para panatacara.
“Saran dan masukan dari beliau sangat membuka pola pikir kami. Kedepannya, kami akan mencoba menindaklanjuti program sertifikasi bagi anggota PPY. Ini merupakan langkah penting agar organisasi lebih berkembang dan semakin bermanfaat bagi masyarakat,” kata Yulianto.
Terkait pengembangan kompetensi, Yulianto menjelaskan bahwa selama ini PPY secara rutin telah menggelar sarasehan dan pelatihan, baik di tingkat pusat (DPP) maupun di tingkat kabupaten/kota (DPD). Kegiatan rutinitas ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman teknis dan filosofis para anggota dalam menjalankan tugasnya di masyarakat.
Ia berharap dapat terus bersinergi dengan Pemda DIY dalam menjaga kemajuan kebudayaan. “Kesan kami sangat luar biasa, beliau sangat rendah hati dan memberikan banyak modal arahan agar PPY menjadi organisasi yang lebih bijaksana dalam berkarya,” tutup Yulianto.
Humas Pemda DIY





